Humas Pemkot Makassar Sosialisasi SP4N LAPOR di RSUD Daya Makassar

ZonaMakassar.Com – Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menggandeng Bandung Trust Advisory Group (Btrust) melakukan sosialisasi program penguatan penerapan Sistem Pengelolaan Pelayanan Publik Nasional (SP4N), Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR) di RSUD Daya Kota Makassar, Jumat (12/7/2019).

Ruliana Darmawan dari Btrust mengatakan kegiatan ini sebagai salah satu tahapan kegiatan dari pelaksanaan program penguatan penerapan SP4N LAPOR di 33 pilot project yang salah satu daerahnya adalah Kota Makassar.

Ruliana mengaku SP4N LAPOR dikoordinasikan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara & Reformasi Birokrasi, Kantor Sekretariat Presiden (KSP) dan Ombudsman Republik Indonesia.

“Program penguatan penerapan SP4N LAPOR dilaksanakan kurang lebih 18 bulan dari Desember 2017 sampai saat ini. Output pelaksanaan program dibagi menjadi dua kegiatan utama, yaitu penguatan kapasitas pengelolaan pengaduan melalui aplikasi LAPOR SP4N di Bagian Humas Kota Makassar dan peningkatan kapasitas pengelolaan pengaduan pada RSUD Daya Kota Makassar,” bebernya.

Ia mengungkapkan Btrust bersama Bagian Humas sudah menyusun SK Pengelolaan Pengeduan Pelayanan Publik melalui SP4N LAPOR dan melakukan kegiatan bimbingan teknis aplikasi SP4N LAPOR.

” RSUD Daya Kota Makassar sudah menyusun SK pengelola pengaduan, Standar Operasional Prosedur, Standar Pelayanan dan Kode etik pengelolaan pengaduan,” sebut dia.

Ruliana menambahkan program yang dilakukan ini menjalankan amanat dari Peraturan Presiden nomor 76 tahun 2013 tentang Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik dan Permenpan nomor 62 tentang Pedoman Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional.

“Diharapkan dengan program ini pengaduan Khususnya di RSUD daya Kota Makassar dilaksanakan secara cepat, tepat mudah dan tuntas,” ujarnya

“Sebagai kegiatan akhir dari program ini maka dilakukan kegiatan Sosialisasi program penguatan penerapan SP4N dan sebagai kegiatan internalisasi seluruh unit dan personil pengelola pengaduan di lingkungan RSUD daya Kota Makassar agar pengelolaan pengaduan di RSUD daya semakin terkoordinasi,”tegasnya.

Kepala Bagian Pelayanan Masyarakat RSUD Daya Surabaya, Dra. H. Asriati mengungkapkan SP4N LAPOR yang dibangun ini sebagai upaya pemerintah untuk memberikan akses kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam perbaikan layanan dan sebagai penyediaan alat penyampaian aspirasi untuk masyarakat.

“SP4N LAPOR sebagai upaya agar masyarakat bisa mengakses perbaikan layanan di RSUD Daya,” sebutnya.

Sementara itu, Perwakilan Ombudsman RI Muslimin B. Putra mengungkapkan bahwa RSUD Daya adalah OPD yang menyediakan layanan jasa. Olehnya itu, RSUD Daya harus ditonjolkan kualitas dari pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.

Lantik Dua Pejabat Baru, Danny Pomanto: Ini Spesial dan Darurat

ZonaMakassar.Com,Makassar – Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto menggelar pelantikan pejabat lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar di Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota Makassar Jalan Penghibur Makassar, Selasa (2/4/2019).

Kali ini Danny Pomanto melantik Najma Emma sebagai anggota Dewan Pengawas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daya Makassar dan Basri Rakhman sebagai Kepala Dinas Kearsipan kota Makassar.

Diangkatnya Najma Emma sebagai Dewan Pengawas RSUD Daya Makassar dikarenakan adanya kekosongan jabatan sejak Nurmiati yang merupakan anggota Dewan Pengawas telah tutup usia. Sementara Basri Rakhman dilantik sebagai Kepala Dinas Kearsipan Makassar yang sebelumnya diisi oleh Najma Emma.

Usai pelantikan, Danny Pomanto mengaku pelantikan yang digelar merupakan spesial.

“Ini memang pelantikan spesial dan darurat. Kenapa darurat karena pak Basri Rahman ini tanggal 4 April 2019 ini sudah masuk usia pensiun. Tidak mungkin kita korbankan seperti itu. Apalagi beliau masuk 3 besar dalam proses lelang jabatan kemarin,” ucap Danny.

Olehnya, Danny mengatakan pelantikan ini merupakan sebuah bukti lelang jabatan di Kota Makassar itu memberikan keterbukaan dan transparansi serta asas keadilan. Basri merupakan pejabat pertama yang dilantik dan lolos dalam lelang 15 jabatan eselon II/b lingkup Pemkot Makassar.

Sedangkan, Danny juga merangkaikan kegiatan ini dengan melantik Hj. Nadjmah Emma, sebagai anggota dewan pengawas Rumah Sakit Umum Daya Kota Makassar.

Dimana sebelumnya, Najma sempat “istirahat” dari aktivitasnya sebagai Kepala Dinas Kearsipan Kota Makassar pada Desember 2018 lalu.

Danny menambahkan jikalau dalam pelantikan yang saya lakukan ini ada yang menyebut sebagai “jual-beli” tangkap dan lapor.

“Kalau ada yang mengatakan lelang jabatan itu bayar membayar tangkap orangnya lapor segera dan cek siapa terlibat. Saya heran ada isu begitu padahal itulah isu yang ingin saya lawan. Namun, Dalam kontrak politik namanya hoax semua bisa orang bisa lakukan,” jelasnya.

Danny pun memiliki rapor setiap kandidat yang mengikuti lelang.

“Saya memiliki semua rekapan masa lalu hingga sekarang. Jadi yang terpilih seperti pak Basri ini saya akan panggil dan berikan rapornya dan langsung saya jelaskan apa yang perlu ditingkatkan. Ini cara di Jepang dan pertama diterapkan di Kota Makassar,” pungkas Danny.

Ia berharap pelantikan ini bisa membawa Kota Makassar menjadi lebih maju. Apalagi pelantikan bulan ini merupakan reshuffel terakhir yang ia bisa lakukan sebelum masa jabatannya habis.