Diskominfo Makassar Latih RT-RW Penggunaan Aplikasi Qlue Work dan Qlue Warga.

Zonamakassar.com, Makassar – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Makassar menerima kunjungan sejumlah Ketua RT didampingi Bagian Pemberdayaan Masyarakat Setda Makassar, Selasa (18/6/2019).

Ketua RT bakal mengikuti pelatihan singkat terkait penggunaan aplikasi Qlue work dan Qlue Warga. Aplikasi ini berfungsi untuk memudahkan Ketua RT dalam menjalankan tugasnya di tengah-tengah masyarakat.

Diketahui, di Kota Makassar ketua RT telah dilengkapi smartphone yang menjadi alat untuk melaporkan kejadian yang ada di sekitarnya, sebagaimana yang telah tercantum dalam 9 indikator kinerja RT/RW.

Pelaporan melalui aplikasi ini dinilai efektif dan efisien, apalagi dengan Smart City yang diusung Pemkot Makassar dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik dengan pelibatan aktif masyarakat.

Para ketua RT yang mengikuti pelatihan diterima langsung di Balai Kota Makassar oleh Sekretaris Diskominfo Makassar, Denny Hidayat, Kepala Bidang Aplikasi dan Informatika, dan Kepala UPTD War Room.

Danny Pomanto Sebut Kehadiran Penasihat RT/RW Sejarah Demokrasi di Makassar

Zonamakassar.com, Makassar – Di ujung masa pengabdiannya, Wali Kota Makassar Moh. Ramdhan ‘Danny’ Pomanto mengungkapkan rasa bangganya terhadap Penasehat Wali Kota Bidang RT/RW yang dibentuknya. Menurutnya kehadiran penasehat RT/RW menjadi pelengkap struktur informal pemerintah kota Makassar.

“Salah satu yang membahagiakan di ujung pengabdian ini adalah acara hari ini, kenapa begitu bangga, karena sayalah yang menciptakan secara langsung keberadaan penasehat wali kota bidang RT/RW,” ucapnya saat sambutan rapat pleno assosiasi penasehat wali kota bidang RT/RW di Ruang Sipakatau Balaikota Makassar, Minggu (5/5/2019).

Tugas-tugas mereka kata Danny sangat strategis dalam lingkungan masyarakat. karena ia menjadi pencegah terjadinya masalah-masalah sosial di bawah. Namun ia menyampaikan tidak tertutup kemungkinan eksistensinya akan dihilangkan jika orang tidak paham tentang keberadaan penasehat wali kota ini.

“Padahal ini bahagian dari sebuah sejarah demokrasi bahwa penciptaan penasehat wali kota memberikan manfaat yang luar biasa bagi kota ini terutama dalam menjaga dan saling mengontrol dalam trias politika setelah lurah. dulu hanya RT/RW, lalu muncul LPM, kalau hanya dua, itu sangat berbahaya, tidak ada keseimbangan di bawah,” jelasnya.

Karena itu komitmen Danny dalam menjaga eksistensi penasehat wali kota ini diwujudkan dalam bentuk perwali, tentang penasihat wali kota. Perwali yang telah ditandatangani Danny ini bertujuan untuk menjaga kota ini, dan memberdayakan penasihat wali kota secara maksimal. Kata Danny, ini soal tugas yang sangat mulia dan sangat strategis karena menetukan kualitas kota ini dengan mengurusi anak-anak terlantar, mencegah kekerasan pada anak baik sebagai pelaku maupun korban, mencegah penghisap lem, narkoba dan obat obatan, sex bebas, trafficking atau jual beli manusia, serta mencegah perbudakan, pelecehan seksual, dan KDRT.

Maka musyawarah penasihat wali ini sangat strategis. Hanya saja bagi dia, rancangan penasihat wali kota ini baru 20%, masih tersisa 80% yang belum sempat dikeluarkan.

“Kalau kita percaya dengan janji-janji saya itu dan biasanya janji saya itu saya laksanakan saya tidak janji “janci mutaroe”. Bukan atau “piti kana kanai,” saya tidak suka seperti itu sesuai dengan janji saya kalau kita percaya dengan itu tunggu ma itu filosofinya bukan pendukung buta, bukan pendukung emosinal pokoknya DP tidak begitu dan inilah yang akan membuat Makassar maju,” pungkasnya.

Beberapa yang menjadi janji Danny untuk penasehat wali kota adalah dukungan insentif dan fasilitas android dalam menunjang kinerja dan operasional mereka dalam menjalankan tugas.(*)

Bimtek RT/RW se Kecamatan Wajo dan Sangkarrang, Kepala BPM: Jaga Kerukunan dan Kebersamaan

ZonaMakassar.Com, Makassar – Kepala Bagian Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Makassar, Andi Rahmat Mappatoba mengingatkan kepada sleuruh Ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) se Kecamatan Wajo dan Kepulauan Sangkarrang untuk tetap menjaga kerukunan dan kebersamaan jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

Hal tersebut disampaikan Andi Rahmat saat Bimbingan Teknis (Bimtek) RT/RW se Kecamatan Wajo dan Sangkarrang di Hotel Dinasti Makassar, Selasa (19/3/2019).

Dia menjelaskan, Bimtek RT RW yang dilaksanakan pada hari ini berdasarkan surat keputusan Wali Kota Makassar nomor 3 tahun 2016 tentang indikator penilaian kinerja RT RW Kota Makassar.

“Kami harapkan memang melalui Bimtek ini dapat meningkatkan peran dan tugas pokok fungsinya khususnya dalam rangka pemberdayaan di wilayahnya masing-masing,” ujarnya.

Ke depannya, ungkap Rahmat, RT RW bisa mengembangkan dirinya dan memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat. Apalagi, imbauan dalam meningkatkan kapasitas dan pelayanan sudah diperkuat melalui Peraturan Wali Kota.

“Besar harapan kami RT RW ini meningkatkan kapasitas dirinya,” sambungnya.

Terkait kinerja RT/RW di Makassar, Rahmat mengakui sudah semakin baik, namun tentunya masih perlu ditingkatkan terus menerus.

“Saya lihat RT RW ini sudah berdaya, apalagi dengan dukungan teknologi dan fasilitas yang diberikan,” sebutnya.

Sementara itu, Camat Wajo, Aulia Arsyad mengajak seluruh Ketua RT/RW untuk senantiasa merawat kerukunan dan kebersamaan dalam mengawal kelancaran berbagai program yang telah disusun oleh Pemerintah Kota Makassar.

Menurut Aulia Arsyad Ketua RT/RW harus kompak dan sama-sama fokus mengerjakan serta menuntaskan berbagai program yang masih berjalan maupun yang nantinya akan dikerjakan.

“Kekompakan dan kebersamaan adalah modal paling besar dalam menjaga maupun memajukan sebuah peradaban, kita semua tentu berharap hal tersebut dimiliki para Ketua RT/RW,” ungkap Camat Aulia.

Meski demikian, Camat Aulia juga menjelaskan bahwa pada momentum politik seperti sekarang kekompakan tersebut selalu terancam, sehingga dirinya berharap para Ketua RT/RW tidak terjebak pada kelompok atau individu yang berniat memecah belah.

“Politik sudah seharusnya dijalankan secara santun dan lebih menekankan asas demokrasi, kita semua harap para Ketua RT/RW tidak ikut-ikut menjadi penyebab perpecahan warga hanya karena perbedaan pandangan politik,” ujarnya.

Namun dalam Bimtek kali ini, Camat Aulia juga tetap berpesan agar RT/RW tetap maksimal mensosialisasikan Pemilu 17 April 2019 mendatang, untuk upaya meningkatkan partisipasi pemilih.

“Sosialisasi Pemilu 2019 harus semakin Mashib, selain KPU bisa dibilang RT/RW adalah ujung tombak apalagi mengingat tingkat pemilih di Kota Makassar sangat rendah pada Pilkada kemarin sehingga semua harus berperan mewujudkan peningkatan itu,” tutupnya.

Wali Kota Makassar Harap Ketua RT/RW Jadi Panutan Warga

ZonaMakassar.Com, Makassar- Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan ‘Danny’ Pomanto membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) RT/RW se-kecamatan Tamalate, di Makassar Golden Hotel (MGH), Senin (11/3/19).

Danny mengaku jika RT/RW salah satu ujung tombak keberhasilan pembangunan di Kota Makassar.

“Harus jadi panutan warga sendiri, karena kita juga itu pemimpin. Jaga warga ta, jadi memang RT/RW ini punya peran sentral di tempat mereka berada. Karenanya ia harus senantiasa bersatu menjaga persatuan di kota Makassar,” ucap Danny.

Selain itu, Danny juga mengatakan jika kinerja RT/RW baik dan meningkat maka dirinya pun akan memaksimalkan intensif kepada RT/RW yakni rata sejumlah Rp 1 juta.

“Makanya saya bilang jangan sampai RT RW terpecah. Perbaiki saja kinerja ta. Urus warga dan hadirki saat mereka butuh Bantuan. Komunikasikan dengan baik. InsyaAllah kalau k kinerja semakin baik masyarakat Makassar siap juga menuju masa depan yang lebih baik,” jelasnya.

Danny juga menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas kinerja RT/RW di Kota Makassar dan ia menitipkan agar jangan pernah berhenti berjuang untuk kemajuan dan pembangunan kota dan negeri ini.

Danny berharap ke depan akan selalu ada perbaikan-perbaikan dari posisi RT/RW menjadi bagian dari akhir masa tugasnya. Ia ingin membuat sebuah warisan, dengan menitipkan kepada pemerintahan selanjutnya agar perjuangan RT/RW di Makassar tidak disia-siakan.

“Perhatikan RT dan RW. Karena kemajuan Kota Makassar ini intinya di RT dan RW. Soal pilihan politik itu adalah bagian dari hak masing-masing. Tidak ada yang berhak memaksa. Apa pun pilihan kita, tetap kita harus bersatu,” paparnya yang disambut antusias peserta Bimtek RT/RW itu.

Danny pun mengakhiri sambutannya dengan menyebut RT/RW sebagai salah satu kelembagaan yang sangat ia banggakan dan bergengsi.