Anies = AHOK, Ini kata Buzzer Pembela Ahok di Jagat Dunia Maya

Zonamakassar.com, Makassar – Setiap Jakarta banjir maka Ahok slalu saja trending topik dalam pembicaraan kaum netizen didunia sosial media, meski Ahok sudah tidak lagi menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta tapi ketika banjir tiba melanda Jakarta maka Ahok slalu saja disangkutpautkan dengan ibukota Jakarta yang saat ini dijabat oleh gubernur Anies Baswedan.

Meski jaman Ahok Jakarta banjir tapi tidak seheboh ketika banjir dimasa Anies, walaupun cara yang dilakukan Ahok banyak ditentang oleh warga diarea aliran sungai, karena rencananya untuk melakukan normalisasi sungai sebagai solusi mengatasi banjir secara permanen, misalnya saja pembangunan tanggul kampung Pulo, saat ini banyak dipuji warga karena sudah tak kuatir kebanjiran, ujar pengamat politik Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Studi Masyarakat dan Negara (LAKSAMANA), Samuel F. Silaen lewat rilis (22/2/2021).

Banjir yang merendam wilayah DKI Jakarta sejak Jumat menyeret nama mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Bahkan hashtag Ahok jadi trending topic teratas di akun Twitter, Minggu (21/2). Video sunatullah air yang dia sampaikan saat kampanye.

Terkait dengan kampanye Anies Baswedan untuk merebut kursi orang nomor satu di Jakarta itu, sebab Anies dalam kampanyenya tentu masih gres dalam ingatan publik, karena Anies Baswedan kampanye bahwa air hujan di seluruh dunia air harus dimasukkan ke dalam tanah.

Makanya ketika hujan turun mengguyur wilayah Jakarta, kampanye Anies Baswedan soal air harus dimasukkan ke dalam tanah, jadi bahan olok-olokan “air langsung datang dan tidak mau melawan sunatullah, air mengantri masuk ke dalam tanah” kritik ini membanjiri lini masa media sosial tak terhindarkan, debat antar pendukung terjadi, itulah sebabnya kenapa netizen pada gondok, “jelas Silaen.

Beda halnya dengan kerja BTP dalam mencegah terjadinya banjir dengan melakukan normalisasi sungai yang ada. Normalisasi sungai yang menjadi program andalan Jokowi- Ahok tersebut tidak dilanjutkan lagi oleh Anies, karena punya program kampanye naturalisasi. Dari air harus dimasukkan ke dalam tanah, terus air harus ditangkap, sekarang ngebacot lagi, air harus ditarik, ini kutipan dari kritik para netizen di sosial media.

Entah apa maksud dari kampanye naturalisasi itu hanya Anies Baswedan sendiri yang tahu maksudnya. “Itulah sebabnya mengapa Jakarta slalu dan tetap banjir karena Anies = AHOK (Anies Hanya Omong Kosong) itulah kalimat yang masuk ke WA ku”. Tutup Silaen.(rls).

Babak Baru Perseteruan Demokrat, SBY Harus Turun Gunung Selesaikan Kebuntuan

Zonamakassar.com, Jakarta – Isu tidak sedap menyeruak dari Partai Demokrat. Politikus senior sekaligus tokoh-tokoh die hard-nya SBY yang sama-sama ikut berkontribusi dalam membesarkan partai di awal berdiri, kini muncul berkomentar yang tak sedap.

Nada-nada gertakan dan ancaman dilontarkan terkait suksesi di partai, ini pertanda ada gap dan komunikasi yang terputus hingga hal itu terjadi di ruang publik.

“Mungkin saja terjadi kebuntuan politik diantara barisan senior dan yunior, mungkin demikian yang sedang terjadi. Sehingga isu kudeta santer terdengar di telinga AHY, ” ujar pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Studi Masyarakat dan Negara (Laksamana), Samuel F. Silaen kepada wartawan, Rabu (3/1).

Diantara politikus Partai Demokrat yang senior itu, memberikan komentar menohok diantaranya ada Marzuki Alie, mantan ketua DPR RI, dan Max Sopacua mantan anggota DPR, dan masih banyak lagi. Mereka itu termasuk orang lama dan boleh dikatakan kader mula-mula di Demokrat.

“Isu kudeta ditanggapi oleh berbagai kalangan luas karena Ketum Demokrat AHY menuding ada orang lingkaran Presiden Jokowi terlibat kudeta, sontak ini jadi polemik yang panas, pro- kontra isu kudeta santer terdengar dari pengamat, elite politik dan tokoh masyarakat.

“Isunya Partai Demokrat akan disabotase oleh orang luar Demokrat? Benarkah?” tanya aktivis organisasi kepemudaan itu.

Ada apa sesungguhnya yang sedang terjadi di internal partai besutan SBY itu? Pertarungan opini antara orang lama (senior) yang sedang berada di luar partai vs orang baru yang masuk di jajaran pengurus DPP Partai Demokrat.

“Apa yang sedang digugat atau diributkan itu, sesuatu yang biasa terjadi di partai, semestinya diselesaikan dengan cara kekeluargaan dan merangkul semua pihak,” usul Silaen menyumbang saran.

Dugaan sementara bahwa pendiri partai, kader senior yang sudah tidak dilibatkan lagi menilai bahwa kepemimpinan anak SBY kurang merangkul para mantan pendiri, kader partai Demokrat yang nyata-nyata berjibaku membesarkan SBY hingga duduk di singgasana kursi nomor satu di negeri ini.

Hingga politikus ‘gaek’ menyindir semi halus kepada AHY yang saat ini jadi ketua umum DPP partai Demokrat pasca lengsernya sang ayah ke prabon.

“Meski Partai Demokrat tergolong partai pendatang baru pasca reformasi, namun debutnya tak bisa dianggap remeh, terbukti Partai Demokrat sukses mengantarkan yang kala itu SBY, Menteri Koordinator bidang Politik dan Keamanan di bawah Presiden Megawati, menjadi presiden dua periode,” tutur Silaen.

Belum tahu kemana dan bagaimana akhir dari cerita isu kudeta dan gonjang-ganjing politik Partai Demokrat tersebut. Selama ini dikirain publik baik-baik saja tapi ternyata seperti api dalam sekam.

“Kalau tidak segera ditangani maka bisa jadi membakar partai berlogo merci itu. SBY dan tokoh-tokoh pendiri, kader Partai Demokrat harus segera urun rembuk kalau mau selesai huru-hara internal Partai Demokrat,” ungkap alumni Lemhanas Pemuda 2009 itu.

Pencapaian Partai Demokrat sangat spektakuler dan juga fenomenal sebab Partai Demokrat sudah terbukti mampu mendudukkan tokoh sentralnya yakni SBY sebagai presiden. Tidak menutup kemungkinan bahwa Partai Demokrat bisa mengulangi kembali pencapaian sang ayah yang juga mantan ketum partai itu, menjadi orang nomor satu di negeri ini.

“Pertanyaan selanjutnya, apakah AHY dapat menyelesaikan huru-hara yang sedang bertiup kencang menerpa Partai Demokrat? Kita tunggu saja, babak selanjutnya bagaimana penyelesaian prahara internal Partai Demokrat dalam menyikapi kritik dan cibiran dari pejuang senior partai yang merasa tak ‘dipakai’ lagi oleh putra mahkota SBY itu,” pungkas Silaen.(rls)

Laksamana: Revisi UU Pemilu Sarat Kepentingan Kejar ‘Setoran’

Zonamakassar.com, Jakarta – Indonesia rusak bukan karena dari luar, tapi dari dalam, karena dominannya kepentingan pragmatisme yang “berselingkuh” antara eksekutif dengan kekuatan politik. Revisi UU Pemilu yang ada, tidak ada jaminan akan lebih baik dari yang ada saat ini.

Demikian disampaikan pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Studi Masyarakat dan Negara (Laksamana), Samuel F. Silaen kepada wartawan, di Jakarta, Rabu (27/1).

“Nada-nada sumbang dan tak sedap berembus kencang dari Senayan, wacana rencana revisi UU Pemilu. Tak dapat dipungkiri bahwa rencana revisi UU Pemilu ini dipastikan sarat dengan muatan kepentingan pragmatis, yang jauh dari kepentingan rakyat,” ujar Samuel.

“Dan patut diduga ini hanya untuk kepentingan segelintir elite parpol yang ingin dapat “setoran” dari para kontestan yang akan mau maju dan akan kembali maju (petahana),” lanjut dia.

Di dalam draf RUU Pemilu, pilkada akan dinormalisasi. Artinya, Pilkada 2022 dan 2023 akan kembali diadakan seperti dalam UU tahun 2015.

Samuel mengutip pandangan Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan bahwa rencana revisi UU Pemilu belum diperlukan karena UU tersebut belum lama direvisi.

“Pandangan Zulhas itu tentu saja punya korelasi kekinian dengan keadaan bangsa yang belum sepenuhnya pulih dari dampak Covid-19. Wacana penyelenggaraan Pilkada 2022 dan 2023 itu tak lepas dari kejar “setoran” dari para kontestan yang akan turun “gelanggang” perebutan kursi kepala daerah,” tutur dia.

Untuk itu, Samuel menyarankan kepada pemerintah menolak tegas rencana revisi UU Pemilu yang belum lama direvisi tersebut. Jelas dia, rencana penggabungan pilkada dengan pilpres dan pileg bagian dari penyederhanaan pemilu agar efesien dan menghemat anggaran.

Ujicoba Pilkada serentak 2020 tergolong berjalan mulus meski dilakukan di tengah pandemik Covid-19. Kebijakan pemerintah yang tadinya diragukan oleh berbagai kalangan akan jadi kluster penyebaran Covid-19 tidak sepenuhnya terbukti, wacana untuk menunda sampai wabah Covid-19 melandai tak menyurutkan langkah pemerintah atas melaksanakan keputusan yang sudah diambil tersebut.

Jadi, lanjut Samuel, kalau karena banyak kepala daerah yang Plt atau Pjs tidak sepenuhnya buruk demi langkah perbaikan untuk jangka panjang yang komprehensif.

“Adapun rencana akan ada Pilkada 2022 dan 2023 itu sama saja tidak mau memperbaiki bangsa ini ke arah yang lebih efisien dan sederhana,” imbuhnya.

Menurutnya, jangan karena ingin memuaskan hasrat politik elektoral parpol, maka revisi UU Pemilu dipaksakan dan itu akan menodai rencana pemerintah yang ingin menyatukan pilkada serentak bersamaan dengan Pemulu 2024 terancam gagal dan berantakan.

“Alih-alih ingin memperbaiki eh malah punya ide dan gagasan untuk kembali ke sistem pilkada sebelumnya,” kritik Samuel.

Pilkada serentak dilaksanakan agar bangsa ini tidak repot berkali-kali setiap tahun ada pilkada yang menguras emosi publik dan pemborosan anggaran negara. Rencana revisi UU pemilu sarat dengan muatan kepentingan pragmatisme parpol dan bukan kepentingan rakyat Indonesia.

“Pemerintah dengan gagasannya dalam melakukan penataan dan perbaikan yang lebih baik jangan sampai mundur dalam menata sistem kepemiluan yang sederhana dan efisien. Mengembalikan pelaksanaan pilkada kepada model yang lama sama saja melanggengkan cara dan sistem yang usang. Semoga pilkada serentak berikutnya yang akan dilaksanakan bersamaan dengan pilpres terlaksana dengan baik,” pungkas Samuel.(rls)

Menanti Kapolri Baru, Jenderal Polisi pilihan Presiden Jokowi

Zonamakassar.com, Makassar – Kapolri jenderal Idham Azis sebentar lagi akan memasuki usia pensiun. Informasi yang beredar dari istana mengatakan bahwa presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah mengantongi nama kandidat kuat pengganti jenderal polisi Idham Azis.

Presiden Jokowi sebagai penentu dan punya hak prerogatif dalam mengangkat Kapolri baru, tentu sosok yang dapat bekerjasama serta tegak lurus terhadap kebijakan yang diambil oleh pemerintah dalam penegakan hukum tanpa diskriminatif. Penegakan hukum harus jadi panglima diera demokrasi seperti saat ini, “ujar pengamat politik Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Studi Masyarakat dan Negara (LAKSAMANA), Samuel F. Silaen kepada Zonamakassar.com (8/1/2021).

Pengganti Kapolri jenderal Idham Azis yang akan segera memasuki pensiun ini sangat ditunggu oleh pemangku kepentingan rakyat Indonesia. Kapolri memang bukan segala- galanya tapi setidaknya kebijakan Kapolri menjadi sosok pelaksana kebijakan pemerintah, itu sebabnya roll model dan style tersendiri dari masing- masing orang sebagai ciri khas, karakter yang dimiliki oleh sosok Kapolri, “ungkap alumni Lemhanas pemuda 2009 itu di Jakarta (8/1).

Tak ada manusia yang sempurna bak malaikat. Selama masih manusia tentu saja punya sisi kelemahan. Semoga kelemahan tersebut bukan sebuah aib pelanggaran hukum berat yang sengaja dilakukan.

Presiden Jokowi pasti akan memilih Kapolri yang sesuai dengan kebutuhan negara kekinian yakni tantangan yang ada saat ini. Mampu menghadirkan keadilan sosial dan kepastian hukum bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa pandang bulu, “jelas Silaen.

Kabar Presiden Jokowi sudah mengantongi sosok calon Kapolri baru yang dapat diandalkan olehnya sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan. Semoga calon Kapolri baru bukan titipan atau kompromi sebab dimasa pandemik Covid-19 ini, dibutuhkan sosok Kapolri yang profesional dan berintegritas tinggi demi menjaga stabilitas keamanan dan politik agar tidak terjadi chaos dimasyarakat, “papar Silaen.

Tugas utama dan fungsi kepolisian Republik Indonesia harus mampu memberikan pengayoman, perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat.

Harapan rakyat siapapun Kapolri pilihan Jokowi harus mampu mengungkap dan membongkar kasus- kasus besar yang merugikan negara. Kapolri baru jangan sampai titipan para ‘cukong hitam’. Kapolri pilihan Jokowi harus yang bersih dari kasus- kasus masa lalu, “tutur aktivis organisasi kepemudaan itu.

Presiden Jokowi jangan sampai salah pilih Kapolri karena tekanan, karena akan mempertaruhkan jalannya keamanan dan ketertiban umum ditengah masyarakat dari gonjang-ganjing ujaran kebencian dan intoleransi yang sedang bergejolak di masyarakat luas, “pinta Silaen.

Demokrasi bisa bisa bermanfaat bagi rakyat Indonesia dengan hadirnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat. Kepastian hukum yang berkeadilan akan menciptakan suasana damai dan kenyamanan warga negara dimanapun berada, “tandasnya.

Ini Pertimbangan terakhir Prabowo kenapa dia terima jadi Menteri Jokowi!

Zonamakassar.com. Beberapa kali maju sebagai capres maupun sebagai cawapres sedikit banyak mempengaruhi perasaan yang begitu mendalam dari sebuah perjalanan karir politik, Prabowo Subianto (PS) setelah berkali kali dia mencoba peruntungan menuju RI1 maupun RI2 namun gagal.

Ada trauma atau kejenuhan dan batas akhir tingkat kepercayaan yang dimiliki oleh setiap orang ketika perjalanan karir politik seolah mentok itulah yang dirasakan oleh PS didalam menapaki tangga karir politik setelah dipecat dari dinas kemiliterannya. Hal itu lumrah terjadi pada manusia yang normal, ini soal faktor x keputusan sang ilahi, “ujar pengamat politik Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Studi Masyarakat dan Negara (LAKSAMANA), Samuel F. Silaen kepada wartawan di Jakarta (4/1).

Bukan PS tak berusaha namun kenyataannya memang belum berhasil, itulah sebuah pelajaran berharga yang dirasakan oleh setiap orang ketika perjalanan menuju puncak karirnya mentok, bicara daya tahan tubuh manusia ada batasnya. Bila tak kuat bisa stress ringan atau stroke ringan dll, “imbuhnya.

Tawaran menteri yang menghampiri PS sebagai obat sekaligus kompromi politik diberikan Presiden Jokowi kepada Prabowo sedikit banyak dapat mengobati rasa kepedihan akibat kekalahan yang berulang kali dia rasakan, jadi setiap keputusan pasti ada konsekuensinya, termasuk keputusan Prabowo menerima ajakan Jokowi menjadi pembantunya, “jelas Silaen.

Setiap orang bisa berpangkat jenderal tapi tidak semua jenderal bisa jadi panglima, kecuali sebuah garis tangan seseorang, mungkin itu jugalah pertimbangan terakhir Prabowo dan nasehat keluarga serta rekan sejawatnya, kenapa dia mau jadi Menteri. Prabowo tahu akibatnya ketika dia menerima jadi menteri, dihujat dan dilecehkan oleh pendukungnya yang selama ini mendukung Prabowo, “jelas mantan pengurus DPP KNPI itu.

Pertarungan politik antara strategi dan takdir illahi itu lumrah, semua orang bisa sama- sama berjuang, tapi tidak lantas semua orang jadi pemenang secara bersamaan, dalam kompetisi ada kalah dan menang. Sejauh ini pamor Prabowo berada dititik terendah dimata para pendukung fanatiknya. Yang jelas sekarang pendukung Jokowilah yang berubah menjadi pendukung Prabowo ada sekitar 10- 20%, “tebak Silaen.

Selebihnya pendukung Jokowi masih wait and see tentu banyak faktor yang mempengaruhi kenapa wait and see karena menunggu keputusan partai politik yang jadi pengusung Jokowi maju sebagai capres. Ini bagian dari loyalitas ke partai, “tutur Silaen.

Silaen melihat pertarungan politik kontestasi 2024 akan terjadi head to head antara capres militer dan pengusaha atau keduanya nge- blended (perpaduan), militer non militer sebenarnya tidak terlalu masalah. Selanjutnya bicara kekuatan kapital yang akan menjadi faktor penentu, siapa yang akan maju atau didukung oleh partai politik, “terawang mata batinnya.

Pertanyaan publik sederhana apakah Ketum Gerindra Prabowo Subianto akan kembali maju atau tidak? Persoalan ini akan dijawab oleh Prabowo the last minute, tentu akan banyak yang jadi pertimbangannya ketika dia akan kembali maju sebagai capres, “ungkap Silaen.

PS kalau maju lagi berpikir keras agar tidak kembali kalah, kalau sampai kalah lagi, ini namanya gol bunuh diri sekaligus mimpi buruk yang panjang buat Menhan, perlu diketahui bahwa ‘musuh’ terbesar Prabowo sekarang adalah pendukungnya sendiri yang merasa kecewa berat atas sikap politiknya setelah masuk kedalam kabinet rivalnya, “pungkasnya.

Selamat Buat 6 Menteri Baru, Semoga Amanah Memakmurkan Seluruh Rakyat Indonesia

Zonamakassar.com, Makassar, Selamat buat 6 Menteri baru semoga amanah memakmurkan seluruh rakyat Indonesia

Akhirnya hari ini reshuffle kabinet diumumkan oleh presiden Jokowi didampingi oleh Wakil Presiden Mar’uf Amin di istana merdeka. Ada 6 wajah menteri baru yang masuk menggantikan yang lama.

Hiruk- pikuk soal usulan reshuffle kabinet memang sudah santer beredar dan di percakapkan elite politik dan pengamat dinegeri ini. Pertanyaan publik sederhana saja kalau Menteri diganti emangnya langsung beres semua urusan- urusan rakyat?, kan tidak juga begitu, “ujar pengamat politik Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Studi Masyarakat dan Negara (LAKSAMANA), Samuel F. Silaen kepada wartawan di Jakarta (22/12).

Tentu saja ada yang berubah, yang berubah siginifikan itu bagi mereka yang satu gerbong, diluar itu ya antrilah bahasa sederhananya. Bagi yang satu gerbong tentu akan lebih cepat berubah drastis dan diikuti oleh konco- koncone itu yang biasanya terjadi, “canda Silaen.

Menurut pengamat mengatakan bahwa reshuffle kabinet ini dapat nilai 7,5, karena wajah Menteri sudah tidak asing alias pemain lama maka diharapkan tak perlu lama untuk mengeksekusi kebijakan yang pro pemerintah karena sudah punya pengalaman dan besar harapan agar jangan sampai mengorbankan kepentingan rakyat banyak, seperti menteri yang kena OTT, “jelas Silaen.

Silaen bukan kritik ini hanya sekedar flashback saja, agar amanah yang diberikan Presiden Jokowi bisa selaras dengan harapan rakyat didalam memulihkan kembali ekonomi yang sedang terpuruk dari hantaman pandemik Covid-19. Sejatinya pemulihan ekonomi rakyat menjadi tugas dan tanggung jawab semua menteri bersama kepala- kepala daerah seluruh Indonesia, “tutur Silaen.

Bagi menteri lama yang di reshuffle, harus tetap semangat, optimis dan tetap bersyukur, perombakan kabinet bagian dari kompromi dan dinamika politik kekinian, jabatan datang dan pergi sesuatu yang harus disikapi dengan bijak dan lapang dada, “imbuhnya.

Selamat bertugas untuk 6 Menteri yang baru diumumkan dan akan dilantik hari ini, semoga sukses memakmurkan seluruh rakyat Indonesia, lewat kebijakan pemerintah yang diemban dan diamanahkan untuk dieksekusi buat rakyat Indonesia, “tandasnya.

Laksamana: Selamat Bagi Yang Menang, Amanah Rakyat Jangan Disia-siakan

Zonamakassar.com, Makassar – Hari pemilihan Pilkada Serentak 2020 di 270 daerah telah berlangsung pada Rabu (9/12). Kini sejumlah pasangan sudah ditetapkan sebagai pemenang versi hitung cepat.

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Studi Masyarakat dan Negara (Laksamana), Samuel F. Silaen menjelaskan bahwa cerita di balik suksesi para calon kepala daerah (cakada) tentu beragam. Di antara mereka ada yang merasakan bahagianya kemenangan dan ada yang juga yang kalah.

“Tentu saja Cakada tak bisa menang semua atau juga kalah semuanya,” jelas Silaen kepada redaksi, Kamis (10/12).

Dia meminta kepada pasangan yang unggul versi quick count untuk tidak langsung jumawa atau euforia berlebihan. Sementara yang kalah, juga diminta untuk tidak patah arang.

“Semua harus tetap semangat dan optimis menatap hari esok yang penuh harapan,” tutur Silaen.

Bagi yang kalah, mungkin pilkada kemarin belum waktunya menjadi kepala daerah terpilih. Jika yang bersangkutan punya umur panjang, maka lima tahun berikutnya bisa mencoba lagi.

“Siapa tahu beruntung, “papar Silaen.

Sementara bagi yang unggul versi quick count, Silaen mengingatkan bahwa rakyat berharap banyak.Amanah rakyat sudah diberikan hingga kemenangan diraih.

“Jadi jangan sampai disia-siakan, “ungkap Silaen.

“Semoga amanah, pemimpin yang sudah terpilih dapat memenuhi dan melaksanakan janji politik yang sudah ditawarkan kepada masyarakat pemilih, “ tandasnya

Samuel F Silaen : Mantan Komisioner Bambang Widjojanto Apa Prestasi Mu?

Zonamakassar.com, Makassar – Pandai mengkritik tapi tak pandai introspeksi diri itulah Bambang Widjojanto (BW) mantan komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Demikian kritik pengamat politik Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Studi Masyarakat dan Negara (LAKSAMANA), Samuel F. Silaen.

“Bambang Widjojanto (BW) telah diberikan kesempatan bekerja profesional, tapi tak ada prestasi yang dapat diteladani apalagi dibanggakan. Emang sudah berbuat apa dia selama menjabat komisioner KPK RI?,” kata Silaen dalam keterangan rilisnya kepada newsdaring, Senin (5/10).

Sekarang ini menjabat sebagai KPK Jakarta. Perlu diketahui, kata Silaen kalau sudah pernah diberikan kekuasaan tapi mandul, maka itulah jejak rekam yang tidak bisa dilupakan untuk sekedar mencuci tangan supaya dikatakan bersih.

“Selama jadi komisioner KPK RI, emang Bambang Widjojanto sudah berprestasi apa sih?,” tanya Silaen.

Lanjutnya, sudah diberikan kesempatan untuk berkuasa tapi tak melakukan apa-apa, yang berdampak positif buat publik, itu sama saja dengan mandul.

“Kita bisa lihat karakter orang dari waktu dia berkuasa, kecuali Bambang Widjojanto belum pernah menduduki jabatan yang prestisius lain ceritanya,” papar Silaen.

Menurutnya, ketika ada mantan pejabat berkoar-koar itu sama saja melempar kata kasarnya (maaf) kotoran manusia kemuka sendiri, karena ketika tak menjabat lagi kelihatan seperti super hero, no!, itulah model karakter pecundang tulen. Kita dapat melihat karakter asli orang ketika dia sedang berkuasa.

Ia menambahkan, kepada ‘para mantan’ jangan sok jagoan deh! apalagi merasa sok bersih, ketika sudah tak dipakai kembali kritik sana sini, itu sama saja buka aib sendiri.

“Gantian saja agar semua anak-anak bangsa ini punya kesempatan untuk membangun negeri ini. Tak perlu bertahan pada egoisme pribadi. Lebih baik diam jika masih belum bisa berbuat yang spektakuler, itu artinya kemampuan masih pas-pasan. Itu sudah cukup membantu,” ungkap Silaen.

Silaen memberikan tantangan perubahan cepat yang diharapkan oleh publik tidak terjadi mungkin karena anda bertahan/bercokol pada posisi anda yang tak punya prestasi.

“Budayakan berprestasi dimana anda dipercayakan. Kalau tidak bisa maka jangan banyak bacot, cukup anda diam saja. Suruh aja yang lain berkoar-koar,” ucap Silaen.

Silaen memaparkan, jabatan yang dipercayakan itu amanah yang diberikan Tuhan maha pencipta semesta alam, untuk membuktikan anda mampu atau tidak memberikan yang terbaik dari yang anda bisa atau hanya bisa ‘ngecap’ cukup sudah memakai orang yang tak mampu berprestasi kecuali hanya jadi pengganggu kinerja orang lain, hanya sekedar ingin cari perhatian.

“Negara ini hanya dijadikan kelinci percobaan dari mereka-mereka yang merasa hebat dan sok pahlawan. Banyak pejabat ketika menjabat diam-diam saja. Namun ketika sudah tak berkuasa lagi, baru berceloteh, bisanya cuma jadi ‘hama penggerek’ teriak sana sini, bikin polusi,” tegas Silaen.

Katanya lagi, jika sudah mantan pejabat tidak perlu lagi berkoar-koar karena sudah pernah dapat kesempatan, tapi no prestasi. Berikan kesempatan kepada yang lain agar yang lain juga punya kesempatan juga membuktikan kemampuan yang dimiliki.

“Jadi ada pembanding, jangan sampai 3L deh,” pinta Silaen.

“Jika tak diberikan kesempatan kepada yang lain maka sama saja dengan status quo, memelihara status quo maka negeri ini ya seperti ini terus tak banyak berubah karena dikuasai oleh orang itu-itu saja. Rakyat Indonesia harus cerdas melihat fenomena ini, agar bersatu meruntuhkan tembok-tembok yang sedang mengangkang,” tandasnya. (wartalika)

Ada Yang Coba Tekan Megawati Untuk Pecat Hasto

Zonamakassar.com, Jakarta – Ada pihak yang bermain di air keruh dalam kasus operasi tangkap tangan (OTT) KPK yang menjaring Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan.
Begitu kata Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Studi Masyarakat dan Negara (LAKSAMANA) Samuel F Silaen menanggapi aksi yang digelar Persatuan Aktivis Hukum Jakarta Menggugat (Paham Jakarta) di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kuningan, Jakarta, Jumat (10/1).
Berdasarkan pengamatan Silaen, permainan itu menyasar Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. Hasto disebut-sebut ikut terseret karena salah satu yang terjaring OTT adalah stafnya.
Kata Silaen, trending topic di linimasa media sosial yang menyasar Hasto turut mengurai arah permainan tersebut.
Samuel F. Silaen

“Mereka yang melakukan aksi mencoba menekan Megawati Soekarnoputri untuk memecat Hasto. Salam analisa saya sebagai aktivis ini adalah sebuah bentuk pesanan politik,” ujar aktivis kepemudaan ini kepada wartawan.
Dia berharap Megawati tidak langsung tunduk dengan tekanan para pendemo. PDIP sebagai partai juga harus mengutamakan asas praduga tak bersalah pada Hasto.
“Apalagi kasus yang menimpa Wahyu Setiawan itu sarat dengan muatan politis, ”kata alumni Lemhanas Pemuda I 2019 itu.
Kepada pihak-pihak yang bermain, Silaen mengingatkan agar hal itu diurungkan. Sebab secara etika, tidak etis mengambil keuntungan dari sebuah masalah.
“Tidak etis ada pihak- pihak tertentu yang ambil keuntungan di saat ada partai sedang mengalami kesulitan,” tutupnya.(*)

Selamat Memasuki Tahun Baru 2020: Untaian Doa dan Harapan untuk Menyambut Pergantian Tahun

Zonamakassar.com, Makassar- Pergantian tahun merupakan perjalanan waktu yang tidak berulang, momen yang sangat dinantikan oleh sebagian masyarakat, biasanya pergantian tahun akan dirayakan dengan berbagai macam cara, yang paling populer yaitu dengan menyalakan kembang api dan tiup terompet.

Untuk lebih memeriahkan pergantian tahun, ada baiknya jika diiringi dengan untaian doa dan harapan untuk menjadikan tahun 2020 menjadi tahun yang lebih baik, “kata Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Studi Masyarakat dan Negara (LAKSAMANA) Samuel F. Silaen kepada awak media di Jakarta.

Waktu terus berjalan tak bisa kembali walau hanya sedetikpun, semua orang berharap didalam hidupnya inginkan yang terbaik. Pengalaman hidup baiknya dijadikan guru yang terbaik dalam mengarungi tahun yang baru 2020, “ujar Silaen.

Tahun 2019 hanya tinggal tersisa hitungan jam. Sebentar lagi kita disemua belahan dunia akan memasuki tahun baru 2020, yang tentu saja diharapkan semua orang agar bisa memberikan kontribusi positif yang lebih baik dari hidupnya kepada banyak orang tanpa pamrih dan hanya semata karena ridhoNya sang pencipta alam semesta, “ungkap Silaen.

Mаѕа lаlu аdаlаh kеnаngаn… mаѕа kіnі аdаlаh kеnуаtааn, mаѕа dераn аdаlаh hаrараn yang terbaik, ѕеlаmаt tаhun bаru 2020, ѕеlаmаt tіnggаl kеnаngаn. ѕеlаmаt dаtаng hаrараn, dаn ѕеmоgа terwuјudkаn іmріаn hidup berkelimpahan dalam berkatNya.

Wаktu tеruѕ bеrlаlu tanpa henti, lеmbаrаn demi lеmbаrаn cerita hidup ѕudаh dіlеwаtі. Cоrеtаn demi соrеtаn ѕudаh ditoregkan, tеrkаdаng tіdаk bеrmаknа, tеrkаdаng tаnра аdа аrtі, аtаu сumа ѕеdіkіt аrtі. Sеmоgа dі tahun іnі tіар- tіар lеmbаrаn mеmрunуаі аrtі, tіар- tіар lеmbаrаn bеrgunа bagi orang lain. Sеlаmаt memasuki tаhun bаru 2020. Sеmоgа lеbіh bеrhаѕіl. Amin.(rls)