Sekda Makassar Minta TPID Jaga Inflasi

Zonamakassar.com, Makassar – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar berkomitmen menjaga harga baham pangan agar Inflasi terkendali.

Untuk merealisasikan hal tersebut, Pemkot Makassar rapat bersaa Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di Ruang Rapat Sipakellebbi Lt.2, Balai Kota, Rabu (16/10/2019).

Sekretaris Daerah (Sekda) kota Makassar Muh. Ansar melihat perlunya ada upaya serius pemerintah terintegrasi dalam menangani persoalan inflasi. Utamanya mengantisipasi permainan tengkulak menjelang hari-hari besar.

Pemkot Makassar sendiri telah melakukan berbagai upaya, termasuk dengan menyiapkan mobil pengendali inflasi. Mobil ini akan bergerak menstabilkan harga pasar. Di mana terjadi lonjakan harga komoditi maka pemerintah langsung mengerahkan beberapa truk pengendali inflansi ini yang akan langsung menyasar pasar membawa barang-barang yang mengalami lonjakan harga.

“Mohon Pak Kadis (Kadis Perdagangan Makassar) melakukan koordinasi setiap saat utamanya menjelang hari-hari besar, seperti Idul Fitri, Idul Adha, dan sebagainya. Permintaan atau demand di kota Makassar sangat tinggi, utamanya hari-hari tersebut. Siapa tahu ada yang coba mau main-main,” tegasnya.

Karena itu pula, mantan Kadis PU Makassar ini menekankan pentingnya kerja sama antar pemerintah kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.

“Nanti diteliti komoditi mana yang mempengaruhi kota Makassar, bisa bekerjasama dengan pemerintah kabupaten kota lainnya di Sulsel, untuk memastikan ketersediaannya. Begitu pun sebaliknya,” pungkas Ansar.

Karena itulah peran pemerintah harus senantiasa hadir untuk memastikan nilai inflasi maupun deflasi yang ideal, agar tidak terpaut terlalu rendah atau pun melambung tinggi.

Kemenkes Survei Puskesmas Makkassau, Sekda Makassar: Harus Lolos Akreditasi

Zonamakassar.com, Makassar – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melakukan survei akreditasi terhadap Puskesmas Makkassau yang terletak di Jalan Kompleks PDAM Makassar, Kamis 19 September 2019.

Survei akreditasi dilakukan selama tiga hari oleh Kemenkes. Setidaknya tiga surveyor dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) secara bersamaan melakukan survei.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar Muh. Ansar menaruh harapan besar agar Puskesmas Makassau Makassar bisa meraih akreditasi dari Kemenkes.

Ansar mengatakan kriteria penilaian akreditasi ini dilakukan sangat ketat. Bahkan menurutnya jika petugas surveor turun dan tidak menemukan petugas puskesmas berada di tempat maka mereka langsung meninggalkan lokasi yang disurvei.

Meski demikian, Ansar yakin Puskesmas Makkasau tersebut bisa lolos akreditasi.

“Harapan kita memang, Puskesmas Makassau ini salah satu andalan kita yang bisa mendapatkan akreditasi,” kata Ansar.

Diketahui, ada tiga tingkatan akreditasi penilaian. Pertama akreditasi tingkat dasar, kedua tingkat madya, dan ketiga tingkat utama.

Ansar mengatakan selama ini peningkatan derajat kesehatan. Berbagai upaya telah dilakukan, mulai upaya pelayanan dasar sebagai langkah awal secara tepat dan tepat agar sebagian besar masalah kesehatan masyarakat dapat di atasi.

Pemerintah kota Makassar telah menperioritaskan akses kesehatan yang merata, menperioritaskan peningkatan jangkauan dan kualitas pelayanan pada masyarakat dan menyediakan ruang seluas-luasnya kepada masyarakat berpartisipasi dalam pembangunan di bidang kesehatan.

Selain itu, kata Ansar dalam upaya optimalisasi peningkatan mutu dan kinerja pelayanan kesehatan sesuai Permenkes RI No. 75 tahun 2014 tentang pusat kesehatan masyarakat dan permenkes nomor 46 tahun 2015 tentang akreditasi puskesmas, klinik pratama, tempat praktik mandiri dokter, dan tempat praktik mandiri dokter gigi, maka sejak tahun 2016 -2018 telah dilakukan survei akreditasi sebanyak 41 puskesmas dengan hasil 19 puskesmas terakreditasi dasar, 17 madya dan 5 utama.

“Pada tahun 2019 ini, akan dilakukan survei akreditasi perdana untuk 5 puskesmas dan 21 puskesmas (4 diantaranya sudah disurvei dengan hasil 3 terakreditasi utama dan 1 terakrediatasi madya) dan pada hari ini sampai tanggal 22 September 2019 puskesmas Makkasau akan disurvei,” jelas Ansar.

Sekda Makassar Apresiasi DWP Gelar Muharram Bersedekah

Zonamakassar.com, Makassar – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Makassar menggelar Muharram Bersedekah di Trans Studi Theme Park Makassar, Selasa (10/9/2019).

Kegiatan ini Muharram Bersedekah ini pun diapresiasi Sekretaris Daerah (Sekda) Makassar M Anshar.

Ansar mengatakan momen yang bertepatan 10 Muharram itu, di mana DWP Kota Makassar mengajak anak-anak dari petugas TPA Sampah Antang, anak pegawai honorer, golongan 1 di Dinas Lingkungan Hidup kota Makassar untuk bermain bersama menikmati wahana permainan yang ada di Trans Studio Theme Park.

“Ini merupakan kegiatan sosial yang sangat baik. Kami sangat mengapresiasi hal ini agar anak-anak yang mungkin belum pernah ke sini bisa juga merasakan apa yang dirasakan anak-anak lain sebayanya,” ucapnya

Ansar meminta agar kegiatan positif yang bernilai sosial seperti itu bisa lebih diperbanyak lagi.

Selain itu, ia juga berharap semoga apa yang dilaksanakan hari ini dapat membawa suasana kegembiraan bagi anak-anak, sekaligus membawa semangat baru bagi mereka untuk lebih giat belajar dalam mencapai prestasi yang membanggakan sebagai generasi penerus bangsa.

Sekda Ansar menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada semua pihak yang telah membantu memfasilitasi anak-anak, baik Dinas LHD dan UPTD TPA Antang, terkhusus pengurus DWP Kota Makassar yang memprakarsai kegiatan tersebut.

Sekda Makassar Sebut 82 Persen Warga Makassar Terdaftar BPJS Kesehatan

Zonamakassar.com, Makassar – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menggelar sosialisasi progran Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) di kantor Balai Kota Makassar, Kamis (5/9/2019). Dalam kegiatan ini setidaknya dihadiri 19 komunitas masyarakat Makassar.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar Ansar menyampaikan, jika berbicara tentang BPJS berkaitan dengan data tentang masyarakat yang hampir miskin dan miskin, serta tidak mampu.

“Ini sangat fluktuatif setiap saat. Bisa saja masyarakat setiap saat memiliki pendapatan yang cenderung meningkat. Tentu yang naik pendapatannya tidak lagi ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah,” katanya.

Ia meminta pendataan Dinas Dukcapil dan Dinas Sosial harus secara kontinyu dilakukan. Untuk mendeteksi dan menginventaris kondisi masyarakat secara real time yang ada di bawah.

Sesuai data, Ansar mengatakan belum semua masyarakat bisa terpenuhi untuk ditanggung BPJSnya. Namun, yang terpenting, kata dia bagaimana target untuk mencapai 100 persen itu bisa terpenuhi.

Jika dilihat dari jumlah penduduk Makassar yang mencapai 1,6 juta jiwa, yang menjadi peserta BPJS tahun ini baru 82 persen. Artinya baru sekitar 1,3 juta jiwa yang terdaftar BPJS Kesehatan. Terdiri dari Peserta Penerima Upa (PPU) ada 24,6 persen. Peserta Bukan Penerima Upa (PBPU) sebesar 22,2 persen. Bukan Pekerja (BP) 74,3 persen, PBI-APBN 19,9 persen, dan PBI-APBD kota dan provinsi 10,35 persen.

“Harapan kita terus terjadi peningkatan ekonomi oleh warga. Kalau semua sudah mencapai tingkat ekonomi yang mapan, maka tentu target 100 persen warga ter-cover BPJS Kesehatan bisa terpenuhi,” pungkasnya.

Jalankan UU Pelayan Publik, Sekda Makassar: Pekerjaan Tidak Boleh Ditunda-tunda

Zonamakassar.com, Makassar – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar M Ansar bertekat menciptakan pelayanan publik terbaik lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar. Apalagi, pelayanan publik sudah diatur dalam Undang-Undang (UU) No 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.

Undang-Undang (UU) tentang Pelayanan Publik dimaksudkan untuk memberikan kepastian hukum dalam hubungan antara masyarakat dan penyelenggara dalam pelayanan publik. Dalam UU tersebut, disebutkan pembina pelayanan publik adalah pimpinan lembaga atau instansi, gubernur, bupati, dan wali kota. Sementara sebagai penanggung jawab adalah sekretaris daerah, atau yang ditunjuk oleh pimpinan lembaga dan instansi bersangkutan.

Ansar menjadikan urusan pelayanan publik sebagai prinsip kerja yang harus menjadi prioritas. Tak perlu segan, warga pun bisa meminta tanda tangannya saat di mobil atau bahkan jika sudah berada di rumah untuk segera diselesaikan, jika hal tersebut menyangkut administratif.

“Saya secara pribadi memiliki prinsip agar segala hal yang sifatnya administratif, persuratan tidak boleh ditunda-tunda. Kalau perlu berkas-berkas yang harus segera didistribusikan bawakan saya ke mobil, saya tandatangani, bahkan kalau perlu bawah ke rumah,” ucap Ansar.

Hal ini ia sampaikan usai menghadiri dan ikut menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan dan Sekda kabupaten/kota se Sulsel terkait peningkatan kualitas pelayanan publik dan percepatan penyelesaian pengaduan masyarakat. Kegiatan berlangsung di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel, Rabu (4/9/2019).

Ansar berharap, dengan adanya PKS ini, pelayanan publik di pemerintah daerah, khususnya di Makassar bisa semakin maksimal lagi.

“Sebenarnya pola ini sudah lama kita jalankan di Pemkot Makassar. Namun, dengan PKS ini tentu kita harapkan akan jauh lebih maksimal lagi. Tentu yang perlu kami lakukan yah, dengan menurunkan hal-hal yang sifatnya percepatan layanan publik ini ke SKPD-SKPD yang ada. Kita pantau terus itu,” terang Ansar.

Terima Baznas Award, Sekda Makassar: Dorong Warga Sadar Zakat

Zonamakassar.com, Jakarta – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar berhasil meraih penghargaan Badan, Amil dan Zakat Nasional (BAZNAS). Sekretaris Daerah (Sekda) Makassar menerima langsung penghargaan tersebut di Auditorium HM Rasjidi, Gedung Kemenag Jl. MH Thamrin, Jakarta, Senin (26/8/2019).

Tahun ini BAZNAS kembali menganugerahi penghargaan kepada BAZNAS dan LAZ terbaik, para tokoh, kepala daerah, dan media, yang konsisten dalam mendukung program-program kebangkitan zakat. Semua dirangkai dalam BAZNAS Award yang diharapkan semakin mendorong prestasi zakat nasional sehingga dapat memacu kebangkitan zakat nasional.

Kegiatan ini dihadiri Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, Dirjen Bimas Islam Kemenag yang juga anggota BAZNAS, Prof. Dr. Muhammadiyah Amin; Wakil Ketua BAZNAS, Dr. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec; para anggota BAZNAS, Dirut BAZNAS; M. Arifin Purwakananta; Sekretaris BAZNAS yang juga Ketua Panitia BAZNAS Award 2019, Drs. H. Jaja Jaelani, MM; Sekretaris Ditjen Bimas Islam, Tarmizi Tohor; Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag, M. Fuad Nasar; para direksi, manajemen dan amil-amilat BAZNAS.

“Alhamdulillah, kami berharap dengan perolehan BAZNAS Award ini mampu memberi dampak positif untuk terus menginspirasi dan mendukung kemajuan dunia perzakatan nasional khususnya di Makassar,” kata Sekda Kota Makassar Muh. Ansar yang mewakili Pj Wali Kota menerima penghargaan tersebut.

Menurutnya, Khusus kategori kota, hanya tiga kota yang berhasil memperoleh penghargaan ini. Selain Kota Makassar, Baznas Award ini juga diberikan kepada Wali Kota Banda Aceh dan Wali Kota Banjarmasin sebagai wali kota pendukung kebangkitan zakat.

“Harapan kita, kedepan akan terbit Perda, perwali atau semacam surat edaran terkait perzakatan ini. Sebenarnya sudah ada dan terbukti mengoptimalkan zakat yang ada, tentu ini akan terus kita lakukan tentunya bekerjasama dengan Baz yang ada,” pungkas Ansar.

Kegiatan ini mengangkat tema “Zakat Tumbuh Bermanfaat”.

Sementara itu, dalam keterangan persnya Ketua BAZNAS Prof. Dr. Bambang Sudibyo, MBA, CA memaparkan, BAZNAS Award bertujuan mendorong optimalisasi pengelolaan zakat nasional, mempererat tali silatuhmi antara BAZNAS dan LAZ, memupuk semangat kebangsaan antargenerasi untuk memperkuat ketahanan nasional menghadapi tantangan global.

Tujuan BAZNAS Award ini, tutur Bambang, mendorong optimalisasi dan profesionalitas pengelolaan zakat nasional, mendorong kreatifitas dan inovasi kerja dalam mewujudkan kebangkitan zakat nasional, mempererat tali silaturrahim antara BAZNAS dan LAZ, meningkatkan motivasi dan kinerja amil dan organisasi pengelola zakat dalam pengentasan kemiskinan.

“Sementara target kami adalah terlaksananya kegiatan berupa pemberian penghargaan BAZNAS Award kepada sejumlah tokoh dan lembaga/instansi serta media pada peringatan hari kemerdekaan RI yang ke-74 dengan kualitas award yang kredibel, terukur, transparan dan mendapat pengakuan masyarakat,” ucap Bambang.

Sebanyak 15 Dewan Juri, yakni 1 ketua, 1 sekretaris dan 13 anggota yang menggunakan Index Zakat Nasional (IZN) terbitan Puskas BAZNAS sebagai standar. BAZNAS Award sudah berlangsung sejak tahun 2017. Award yang digelar untuk tahun ketiga ini, diikuti 390 Organisasi Pengelolaa Zakat (OPZ) di antaranya 31 BAZNAS provinsi, 332 BAZNAS kabupaten/kota dan 15 LAZ nasional, 8 LAZ provinsi dan 4 LAZ kabupaten/kota. Mereka memperebutkan 34 kategori award.

Terobosan Dinas PU Makassar, Launching Aplikasi Mandor Smart

Zonamakassar.com, Makassar – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Makassar kembali membuat gebrakan dengan melaunching program Mandor Smart, Ruang Kendali dan Informasi.

Launching aplikasi ini dihadiri langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Makassar M Ansar di kantor Dinas PU Makassar Jalan Urip Sumoharjo, Senin (26/8/2019).

Humas Dinas PU Makassar, Hamka Darwis menjelaskan guna pelaporan kondisi infrastruktur di kota Makassar..

“ Aplikasi ini bagian tugas kami dan ada terobosan baru untuk instansi,” ujarnya.

Menurutnya karena seringnya penanganan yang terlambat, hingga akhirnya ia membuat aplikasi yang dapat membantu masyarakat kota Makassar agar lebih mudah melaporkan kondisi insfrastruktur yang ada di Kota Makassar

“Kami melihat bahwa selama ini terkait dengan infrastruktur di dinas PU khususnya di ruang milik jalan kadang lambat penanganannya, kadang informasi yang terlambat, sehingga dibuatlah aplikasi yang gunanya adalah agar masyarakat bisa melapor tentang terkait kondisi infrastruktur di ruang milik jalan, pada saat itu juga bisa diterima oleh dinas PU dan bisa terhubung dengan beberapa instansi terkait,” jelasnya.

Hamka melanjutkan walaupun aplikasi yang ia buat masih sederhana, ia yakin suatu saat nanti aplikasinya tersebut akan menjadi cikal bakal war room untuk Dinas PU Kota Makassar.

Seperti diketahui aplikasi ini nantinya akan dimasukkan di aplikasi Play Store untuk memudahkan masyarakat kota Makassar.

Disambut Barongsai di Pesta Rakyat, Sekda Makassar Sebut Kecamatan Wajo Terbaik

Zonamakassar.com, Makassar – Kecamatan Wajo punya cara tersendiri memeriahkan malam pesta rakyat HUT ke-74 RI, Minggu (26/8/2019) malam.

Pesta rakyat yang dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) kota Makassar, Muh Ansar dan juga anggota DPRD Makassar Yunus HJ disambut dengan tarian Barongsai.

Adanya penyambutan tarian Barongsai membedakan dibandingkan Kecamatan lainnya saat menggelar pesta rakyat.

Sekda Makassar Muh Ansar pun memberikan apresiasinya atas terselenggarannya malam puncak HUT ke 74 RI di kecamatan tersebut. Baginya, peringatan kemerdekaan ini sekaligus yang paling meriah di Makassar.

“Acara di sini saya kira yang terbaik di Makassar,” puji Ansar.

Kegiatan berlangsung dengan penuh suka cita dan antusias tinggi warga Wajo di Pelataran Barat New Makassar Mall (Pasar Sentral) Minggu (25/8).

Hadir dalam kegiatan ini Anggota DPRD Makassar Yunus Hj, mantan anggota DPRD Makassar Haeruddin Hafied, Ketua Walubi Yongris Lao, dan Camat Makassar Ansar Kalam.

Sementara itu, Tokoh Masyarakat Yongris Lao menceritakan kecamatan Wajo sebagaimana peta yang dibuat tahun 1840 adalah pusat pertama kota Makassar. Saat itu Wajo memang sudah menampakkan diri sebagai wilayah multi etnis dan ras. Ada ras Belanda, Cina, Ende, Melayu, Arab, dan Butun.

“Jadi memang ditempat ini adalah kota niaga tempat yang nyaman berdagang dan berbisnis. Sudah merupakan daerah yang sangat ramah terhadap berbagai ragam budaya,” katanya.

Karena itu lanjutnya, daerah tersebut bisa menjadi percontohan sebagai tempat yang sangat menghargai keberagaman. Sehingga cita-cita kemerdekaan Indonesia bisa terwujud dan dinikmati seluruh warga dari berbagai latar belakang suku, ras, dan etnik dari tempat tersebut.

Malam Puncak Pesta Rakyat Kecamatan Bontoala, Sekda Ansar Imbau Jaga Kebersamaan

Zonamakassar.com, Makassar – Sekretaris Daerah Kota Makassar Muh. Ansar hadir pada malam puncak pesta rakyat peringatan HUT ke 74 RI di Kecamatan Bontoala, Minggu (25/8/2019) malam.

Dalam kesempatan tersebut, Ansar menyampaikan bagaimana pentingnya merawat keutuhan NKRI. Salah satunya dengan menjaga kebersamaan dalam masyarakat.

“Intinya adalah bagaimana menanamkan smangat kepada masyarakat tentang pentingnya keutuhan NKRI. Semoga kegiatan seperti ini keutuhan itu bisa terawat melalui kebersamaan seperti ini,” ucapnya dalam kegiatan yang berlangsung di Jl. Andalas tersebut.

Ansar pun terlihat menguji kekompakan warga dengan meneriakkan yel-yel kemerdekaan diiringi gerakan kepal tangan ke bawah, tengah dan ke arah atas.

Selain Sekda, kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh masyarakat, di antaranya Mantan Angota DPRD Makassar Naspul Sulaeman dan Imam Mesjid Raya Syahril L.

Dalam kesempatan yang sama, Sekda Ansar juga didaulat menyerahkan pila untuk Juara Umum yakni Kelurahan Gaddong. Kelurahan Gaddong berhasil menjuarai lomba-lomba dalam rangka HUT ke 74 RI yang menjadi rangkaian kegiatan tersebut. (*)

Pimpin Sertijab Kepala OPD dan Camat, Sekda Makassar: Segera Jalankan Tugas

Zonamakassar.com, Makassar – Sesuai instruksi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar telah menjalankan perintah dengan mengembalikan beberapa pejabat ke posisinya semula Jumat lalu.

Selang tiga hari kemudian, Senin (29/7/2019) bertempat di Ruang Rapat Sekda, Lantai 9, Balai Kota Makassar, Sekretaris Daerah Kota Makassar M Ansar memimpin serah terima jabatan (Sertijab) kepada 24 kepala OPD dan 15 camat se-Kota Makassar.

Sertijab yang diikuti para pejabat Eselon II dan Eselon II ini sekaligus menjadi pererat tali silaturahim agar tidak ada gesekan di antaranya dan ke depan bisa bekerja lebih optimal lagi untuk Kota Makassar.

Hal ini pun turut diharapkan Ansar yang menginginkan program kerja yang sudah ada tetap berjalan sekalipun pimpinannya terganti.

“Saya berharap bagi para pejabat baru yang kini mulai aktif kembali bekerja, agar profesional menjalankan tugas, program kerja yang ada harus dilanjutkan, dibenahi jika ada yang kurang, jangan egois dengan menganggap posisi baru lantas tidak mau tahu, inilah tugas awal yang harus dikawal,” ungkap Ansar.

Ia pun berharap agar pejabat yang lama dan yang baru ini tetap saling berkomunikasi dan senantiasa bersinergi agar program kerja di tiap bagian tetap berjalan sesuai jadwal dan kebutuhan.