Ingin Inovasi, Rahman Bando Boyong Kepala SD dan SMP ke Sombere City Gallery

ZonaMakassar.com – Dinas Pendidikan (Disdik) kota Makassar punya cara tersendiri untuk memperlihatkan keberhasilan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar. Salah satunya adalah dengan memboyong seluruh Kepala Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) mengunjungi Sombere City Gallery, di menara Balai Kota Makassar lt 2, Selasa (19/2/2019).

Kepala Disdik Makassar, Abd Rahman Bando mengatakan kunjungan yang dilakukan bertujuan untuk menambah wawasan para kepala sekolah atas capaian pembangunan beserta prestasi yang telah diraih Pemkot Makassar dibawah kendali Wali Kota Moh Ramdhan Pomanto selama hampir 5 tahun ini.

“Terakhir sebagai bahan untuk berkreasi dan berinovasi di sekolahnya masing-masing,” ucap Abd. Rahman Bando.

Sementara Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Litbang mewakili Wali Kota memberikan penjelasan tentang semua yang ada dalam area sombere city gallery. Dijelaskan, Sombere City Gallery dirancang sebagai pusat informasi seputar tata ruang Makassar.

Ruangan ini menjadi pusat informasi urban spatial seperti layaknya di Singapura yakni Urban Redevelopment Authority (URA), yang akan mengatur proses perencanaan perkotaan, dan sistem pengendalian pembangunan yang semakin hari semakin maju.

Sombere City Gallery ini mengontrol dan bertanggungjawab dalam konservasi bangunan bersejarah, dan budaya yang merupakan situs warisan nasional, mengontrol ruang publik, dan bangunan profesional industri serta meningkatkan estetika dalam mengurangi kemacetan di kota Makassar.

Kota Makassar Raih 152 Penghargaan Bergengsi ; Lewat Konsep Sombere dan Smart City

ZonaMakassar.Com, Makassar – Konsep Sombere dan Smart City yang menjadi pegangan Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto dalam memimpin Makassar, telah melahirkan ratusan penghargaan bergengsi.

Selama 4 tahun lebih memimpin Makassar, Danny sapaan akrab Ramdhan Pomanto berhasil mempersembahkan 152 penghargaan untuk kota masyarakat.

Danny mengungkapkan, awal memimpin kota Makassar melakukan pendekatan sosial dengan mendengarkan suara semua pihak. Hal tersebut, suatu keharusan bagi dalam menjalankan roda kepemerintahan.

“Menjadi birokrat tidaklah gampang, karena itu amanah yang luar biasa. Suara rakyat, suara birokrat, jabatan politik semua harus didengarkan,” kata Danny usai menjadi narasumber pada Silaturahmi Nasional (Silatnas) dan Temu Alumni Purna Praja Angkatan 12 Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN), di Hotel Grand Claro, Sabtu (16/2/2019).

Kemudian Danny mengkolaborasi sistem publik untuk mempercepat penemuan solusi suatu masalah bersama seluruh SKPD kota Makassar.

“Lahirlah inovasi-inovasi, saya tugaskan semua SKPD cari isu yang paling dominan, cari persoalan di SKPD masing-masing. Bagaimana menemukan dua isu besar, libatkan lima pihak (pentaheliks). Libatkan akademisi, privat sektor, masyarakat, LSM, Pemerintah, kita cari dan berdiskusi,” ucap Danny (Mawar)