Gubernur Sulsel Imbau Kegiatan yang Sifatnya Massal Ditunda

Zonamakassar.com, Makassar – Gubernur Sulawesi Selatan, Prof. HM Nurdin Abdullah telah mengimbau, termasuk kepada pemerintah daerah agar kegiatan yang sifatnya melibatkan orang banyak atau massal untuk ditunda.
Ini terkait Pandemi Virus Covid 19 (Corona) yang telah masuk di Indonesia membuat Sulsel mulai bersiap dan waspada.
“Kami juga telah mengimbau seluruh kegiatan yang bersifat nasional dan internasional, itu juga sudah kita sampaikan untuk ditunda,” kata Nurdin Abdullah di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Minggu, 14 Maret 2020.
Lanjut, Nurdin dengan antisipasi terkait virus corona, hal ini dapat dimengerti oleh masyarakat termasuk para pelaksana kegiatan acara.
Untuk Hari Budaya tanggal 1 April mendatang, Gubernur juga telah meminta Wali Kota Makassar untuk melakukan penundaan.
“Alhamdulillah atas pengertian semua, sudah ada kepastian untuk menunda kegiatan. Termasuk Hari Kebudayaan yang akan mendatangkan orang juga kita juga tunda, hampir semua kegiatan kita tunda. Ini mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan bersama,” sebutnya.
Pintu masuk arus manusia juga di pantau seperti bandara dan pelabuhan. Demikian juga dengan kegiatan domestik di Sulsel.
Nurdin juga berkoordinasi dengan tokoh-tokoh yang akan melakukan pertemuan besar. Nurdin mencontohkan, Konvensi Nasional Pendeta Gereja Toraja Se-Indonesia Dihelat di Asrama Haji Sudiang, yang dilaksanakan pada tanggal 17-20 Maret 2020 mendatang juga ditunda.
“Termasuk Ketua Sinode Gereja Toraja. Kebetulan tanggal 17 ada pertemuan nasional di sini Persatuan Gereja Toraja seluruh Indonesia akan bertemu. Tadi beliau menyampaikan siap menunda dan sudah diumumkan,” sebutmya.
Salah satu kegiatan yang melibatkan tamu dari luar negeri yakni Ijtima Dunia 2020 Zona Asia yang akan dilaksanakan Minggu 20-22 Maret 2020. Diperkirakan akan dihadiri dari 48 negara juga minta untuk ditunda.
“Kita juga sudah koordinasi dengan Bupati Gowa supaya juga kita tunda. Karena itu akan mendatangkan 48 negara. Ini sangat rawan,” jelasnya.
Nurdin juga sebelumnya meminta agar wisuda yang akan dilaksanakan di Unhas besok, 16 Maret dipercepat tanpa ada jabat tangan. Kemudian hari ini keluar keputusan dari Unhas untuk ditunda.
“Kita tunggu sampai waktu yang baik,” pungkasnya.(*)

Gapeksindo Sulsel Akan Lantik 24 Pengurus DPC di Awal Februari

Zonamakassar.com, Makassar – Dewan pimpinan daerah (DPD) Gabungan Pengusaha Kontruksi Indonesia (Gapeksindo) Sulawesi Selatan akan mengadakan pelantikan pengurus Dewan Pengurus Cabang se Sulawesi Selatan awal februari mendatang.

Acara pelantikan pengurus cabang se Sulsel akan di laksanakan Sabtu 1 Februari 2020 di Hotel Mercure Makassar, hal ini di ungkapkan ketua panitia Andi Razak Lolo saat di temui awak media, Rabu (15/01/2020).

“Rencananya kami akan lakukan pelantikan 24 DPC di Makassar, setelah pengurus melakukan musyawarah cabang di daerah masing-masing” ujar Andi Razak.

Sementara itu Ketua DPD Gapeksindo Sulsel Andi Troy Martino menambahkan , “Periode DPC yang ada di Sulsel sudah habis periodenya, makanya mereka akan melakukan muscab, dan hasilnya kami Lantik di Makassar untuk periode 2020-2025” ungkap Troy (*)

Angin Monsun Asia Picu Hujan Lebat di Sulawesi Selatan, BMKG: Waspada Gelombang Tinggi

Zonamakassar.com, Makassar – Angin monsun asia yang melintas di Sulawesi Selatan diprediksi memicu hujan lebat selama empat hari mulai tanggal 9 hingga 12 Januari 2020.
Kemunculan angin monsun asia menyebabkan penambahan massa udara basah dengan pola pertemuan udara dari Laut Jawa hingga Sulawesi.
Dengan adanya Madden Julian, fase basah tersebut bergerak menuju Indonesia bagian tengah. Kondisi tersebut meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di Sulawesi Selatan
Darmawan, Kepala BMKG Wilayah IV Makassar menjelaskan sejak sepekan terakhir sebelum angin monsun asia melintas, terjadi peningkatan intensitas hujan mulai kategori lebat hingga ekstrem di wilayah Sulawesi Selatan.
Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang diperkirakan akan terjadi di Sulawesi Selatan bagian barat yang meliputi Kabupaten Pinrang, Kota Parepare, Kabupaten Barru, Kabupaten Pangkep Kepulauan, Kabupaten Maros, dan Kota Makassar.
Untuk wilayah Sulawesi bagian tengah, meliputi Kabupaten Soppeng dan Kabupaten Sidrap.
Sedangkan untuk wilayah Sulsel bagian utara meliputi Kabupaten Luwu Utara, Kabupaten Luwu Timur, Kabupaten Luwu, dan Toraja Utara.
“Potensi angin kencang di pesisir barat, selatan, dan timur Sulawesi Selatan juga akan terjadi,” ungkapnya.
Hujan lebat di wilayah Sulawesi Selatan menurut Darmawan juga memicu banjir, genangan, tanah longsor, angin kencang, pohon tumbang, meluapnya tambak budidaya, dan keterlambatan penerbangan serta pelayaran.
Selain memicu hujan lebat selama empat hari, BMKG juga mengimbau warga waspada dengan gelombang tinggi di perairan sekitar Sulawesi Selatan.
Darmawan menyebut tinggi ombak dari 2,5 meter hingga 4 meter diperkirakan terjadi di Selatan Makassar bagoan selatan.
Ombak tinggi juga diprediksi terjadi di Perairan Spermonde Makassar, Perairan Parepare, Perairan Sabalana, Perairan Selayar, Teluk Bone bagian selatan, Laut Flores, dan Perairan Pulau Bonerate-Kalotoa
“Masyarakat dan pengguna layanan transportasi darat, laut, dan udara diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan dari curah hujan tinggi, angin kencang dan gelombang tinggi yang akan terjadi empat hari ke depan,” jelasnya.

Ada Kategori Lari Pakaian Adat, Iqbal Suhaeb: Sulsel Culture Run 2019 Perpaduan Budaya dan Olahraga

Zonamakassar.com, Makassar – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulawesi Selatan (Sulsel) mengadakan Sulsel Culture Run 2019 yang menyajikan kegiatan berbeda dengan event olah raga lainnya.

Pertama kali dihelat di Sulsel, event ini menggabungkan antara olahraga dan budaya. Inilah yang menjadi daya tarik tersendiri dari semua kegiatan yang dilakukan Disbudpar.

Pj Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb bersama Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel Abdul Hayat Gani melepas secara resmi peserta Sulsel Culture Run 2019 di Jalan Jenderal Sudirman, Makassar,(28/9/2019).

Event ini menyajikan dua kategori yakni lari umum dan lari dengan mengenakan pakaian adat. Untuk kategori lari umum, peserta akan dinilai sesuai kecepatan tiba di finish. Sementara yang menggunakan pakaian adat dinilai dari kostum yang mereka kenakan.

Iqbal Suhaeb mengatakan Sulsel Culture Run 2019 bisa menjadi ajang pengenalan budaya dan diharapkan dapat berlanjut pada event lainnya.

“Sulsel Culture Run 2019 sangat inspiratif karena selain bisa berolahraga juga bisa menampilkan pakaian adat khas Sulawesi Selatan. Ini bisa menjadi simbol bahwa kostum adat tak akan menghalangi berolahraga. Semoga selanjutnya lebih baik lagi,” ungkap Iqbal.

Meskipun terbilang baru, event ini cukup menyedot perhatian warga Makassar. Terbukti sekitar 800 peserta turut andil dalam kolaborasi olah raga dan budaya ini.

Demi Puasa Pertama, Ratusan Warga Mudik di Sulsel

Ratusan penumpang memadati Pelabuhan Ferry Kolaka, Sultra Foto: Sitti Harlina


Zonamakassar.com, Kolaka – Ratusan penumpang memadati Pelabuhan Ferry Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra) menjelang awal Ramadhan 2019. Para penumpang mudik ke Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk berpuasa pertama bersama sanak saudara.

Sejumlah pemudik mengaku sengaja untuk pulang lebih awal guna menghindari antrian panjang jelang Ramadan. Rata-rata pemudik yang pulang merupakan warga dari Sulsel namun saat ini berdomisili dan bekerja di beberapa daerah di Sultra. Tidak hanya menggunakan motor, tampak pula kendaraan roda empat memadati pelabuhan.

Ato, salah seorang penumpang yang saat ini berdomisili di Unaha, Kabupaten Konawe, mengaku sengaja mudik agar bisa berpuasa pertama dengan keluarganya.

“Keluarga besar saya di Bulukumba, makanya awal Ramadhan sengaja mudik agar bisa sahur pertama dengan keluarga,” ujarnya.

Hal senada juga dikatakan Haidir. Haidir yang berprofesi sebagai guru di Kabupaten Kolaka Timur ini, mudik dengan menggunakan sepeda motor. Ia bahkan sengaja mengambil izin agar bisa seminggu berada di kampung halaman.

“Liburnya sebenarnya empat hari, tapi saya sudah izin. Rencananya, saya seminggu di Bone,” katanya.

Sumber Detik.com

Pemilih Keluar Sulsel Lebih Dominan, DPT Pemilu Berkurang 4431 Orang

ZonaMakassar.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi selatan (Sulsel) merilis data sementara Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) untuk Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 nanti.

Komisioner KPU Sulsel Uslimin memaparkan terjadi perubahan dalam jumlah pemilih di Sulsel dikarenakan adanya perpindahan Daftar Pemilih Tetap (DPT). Uslimin merinci berdasarkan rekapitulasi sementara DPTb 2 dari kabupaten dan kota di Sulsel, tercata daftar pemilih yang keluar dari Sulsel tercatat sebesar 15.259 orang. Sementara daftar pemilih yang masuk di Sulsel sebesar 10.867 orang.

“Kalau dirinci berdasarkan jenis kelamin, daftar pemilih yang keluar Sulsel untuk laki-laki sebesar 9.515 pemilih, sementara perempuan 5.744 pemilih. Kalau yang masuk, laki-laki sebanya 6765 pemilih, perempuan 4102 pemilih. Jadi ada defisit (berkurang) pemilih di Sulsel sebesar 4431 pemilih,” paparnya.

Jika berdasarkan kabupaten dan kota, Makassar yang lebih banyak pemilih pindah keluar sebesar 603 orang disusul Luwu Timur (Lutim) sebesar 257 orang.

“Sementara pemilih yang masuk banyak di Lutim sebesar 208, disusul Makassar dan Luwu Utara (Lutra) sebesar 206 pemilih,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua KPU Sulsel Misna M Attas menambahkan pengurusan pindah memilih Pemilu 2019 telah ditutup sejak Minggu (17/3/2019) hari ini pukul 16.00 WITA.

“Hingga pukul 16.00 WITA, pengurus A5 telah rampung di masing-masing,” sebutnya.

Ia pun menyebut DPT Pemilu di Sulsel berpotensi mengalami penurunan dikarenakan lebih banyaknya warga yang pindah memilih keluar Sulsel dibandingkan pemilih yang masuk di Sulsel

Bawaslu Sulsel Nyatakan 15 Camat tak Terbukti Langgar UU Pemilu

ZonaMakassar.com – Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulawesi selatan (Sulsel) memutuskan 15 Camat tidak melanggar Undang Undang (UU) Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Putusan tersebut berdasarkan hasil sidang pleno di kantor Bawaslu Sulsel Jalan AP Pettarani Makassar, Senin (11/3/2019).

Ketua Bawaslu Sulsel, La Ode Arumahi mengatakan berdasarkan hasil klarifikasi dan pemeriksaan sejumlah saksi dan juga terlapor seperti 15 camat dan mantan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Sentra Gakkumdu Sulsel memutuskan tidak ada pelanggaran yang dibuat 15 camat se- kota Makassar.

” Kami mengambil kesimpulan bahwa camat yang dilaporkan itu tidak melanggar UU Pemilu. Kami menilai tidak memenuhi unsur untuk dinaikkan ke tahap penyidikan,” ujarnya kepada sejumlah wartawan yang menemuinya.

Meski tidak menemukan pelanggaran hukum UU Pemilu, Arumahi mengatakan 15 camat yang diduga tidak netral tersebut diduga melakukan pelanggaran hukum lainnya. Sehingga Bawaslu Sulsel mengirimkan rekomendasi kepada Komite Apratur Sipil Negara (KASN)

Diberitakan sebelumya, beredar video 15 camat bersama mantan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo yang diduga memberikan dukungan kepada salah satu pasangan calon presiden (Capres) nomor urut 1 Jokowi-Maruf Amin.

Setiap Tahun BNN Rehab 1000 Pencandu Narkoba di Sulsel

ZonaMakassar.Com,Makassar – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) mencatat kasus penyalagunaan narkotika di wilayah hukumnya tidak pernah berhenti.(8/2/2019)

Hampir tiap tahun, BNN melakukan rehabilitas terhadap para pengguna. Rehabilitasi narkoba merupakan salah satu upaya untuk menyelamatkan para pengguna dari belenggu obat obat terlarang.

“Kalau angka pengguna yang direhabilitasi setuap tahunnya masih berpluktuasi, tapi rata2 1.000 orag per tahun di Sulsel;” kata Kepala Bidang Rehabilitasi BNNP Sulsel, Sudaryanto.

Sudaryanto juga mengatakan belum bisa memastikan secara detail total angka pengguna sebab harus diukur dengan penelitian.

Tetapi sejak 2011 sampai dengan 2017 dari segi jumlah berdasarkan proyeksi masih ada peningkatan. “Namun jika dilihat dari prevalensi nya sudah ditekan turun dari tahun ke tahun,” tuturnya.

Kata Sudaryanto penyalahgunaan narkoba sebagian besar diawali dengan upaya coba-coba dalam lingkungan pergaulan.

Semakin lama pemakaian, maka risiko kecanduan semakin tinggi. Jika terus dilanjutkan, maka dosis narkoba yang digunakan juga akan semakin besar untuk mencapai kondisi yang diinginkan (teler atau high).

Hingga pada titik tak mampu melewatkan satu hari tanpa narkoba tanpa merasakan gejala putus obat (sakau).

Disnaker Makassar Terima kunjungan DPD Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia

ZonaMakssar.com – Kadisnaker H. Muhammad Mario Said, S.IP, M.Si didamping para Kepala Bidang lingkup Dinas Ketenagakerjaan menerima kunjungan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia Prov. Sul-Sel di ruang kerjanya, Jumat (22/2/19)

Kunjungan ini terkait audiance Penyediaan Lapangan Kerja yang Inklusif bagi Disabilitas. “Dengan kolaborasi dari berbagai pihak, kebijakan, serta program yang dilakukan pemerintah, diharapkan para penyandang disabilitas bisa bekerja, berkarya, serta mengembangkan potensi mereka. Sehinga Makassar inklusif dan ramah disabilitas pun dapat terwujud” jelas Muhammad Mario dalam pertemuan ini

#DinasKetenagakerjaan

#KotaMakassar

#MakassarDuaKaliTambahBaik

#JanganBiarkanMakassarMundurLagi

Baru 60% Masyarakat Sulsel Tahu Jadwal Pemilu 2019

ZonaMakassar.com – Direktorat Jenderal (Dirjen) Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Soedarmo mengakui jadwal pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) Presiden dan Wakil Presiden (Wapres) dan Legislatif belum merata diketahui beberapa daerah di Kawasan Timur Indonesia (KTI).

Adapun data dari Kemendagri, persentase masyarakat tentang mengetahui jadwal pelaksanaan pemilu serentak pada 17 April 2109 mendatang, terbilang masih minim apalagi sisa waktu menuju pada Pilpres dan Pileg tersebut tersisa 64 hari lagi.

Olehnya itu, Soedarmo menyerukan Pemerintah Daerah (Pemda), Forkopimda khususnya yang ada di KTI agar segera memaksimalkan sosialisasi dan simulasi ke masyarakat mengenai tanggal pasti dan tatacara pelaksana pemilu tersebut.

“Dari data yang kami peroleh masih banyak banyak masyarakat belum tahu tanggal pemilu, sehingga semua stakeholder terkait harus segera mengambil langkah sosialisasi kepada para pemilih agar tidak banyak surat suara yang rusak, jangan sampai seperti pemilu tahun 2014 ada 14 juta surat suara rusak,” paparnya saat di Hotel Claro Makassar, Selasa (12/2/2019).

Selain jadwal pemilu, pemahaman masyarakat terkait nama-nama partai politik (parpol) yang ikut Pilkada masih rendah, jadi masalah lainnya yang harus segera selesaikan. Apalagi ada 16 partai politik dan 4 partai politik lokal di aceh belum diketahui masyarakat.

“Makannya kepada daerah harus juga memberikan kesempatan kepada parpol untuk mengkampanyekan diri, karena masih kecilnya pemahaman masyarakat partai apa saja yang ikut,” pungkasnya.

Berikut persentase 11 Provinsi yang ada di kawasan Indonesia Timur, mengenai pengetahuan jadwal pemilu serentak 2019 :

1. Kalimantan Utara 60 persen.

2. Sulawesi Utara 55.56 persen.

3. Sulawesi Tengah 70.00 persen

4. Sulawesi Selatan 64.10 persen.

5. Sulawesi Tenggara 40.00 persen.

6. Gorontalo 50.00 persen.

7. Sulawesi Barat 90.00 persen.

8. Maluku jadi yang terendah 30.00 persen.

9. Maluku Utara 80.00 persen.

10. Papua Barat 70.00 persen

11. Papua 85.00 persen.