Mantan Kapolres Makassar Lamar Keponakan SYL, Doa Irjen Umar Septono Segera Terkabul

Zonamakassar.com, Makassar – Kabar mengejutkan datang dari mantan Kapolres Makassar, Kombes Pol Irwan Anwar. Dia dikabarkan telah melamar mantan Putri Indonesia Pariwisata 2011, Andi Tenri Gusti Harnum Utari Natassa, yang juga keponakan dari mantan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo.

Informasi yang diterima fajar.co.id, Irwan Anwar melamar putri dari Dewi Yasin Limpo itu pada Sabtu, 21 September 2019, kemarin. Lamaran berlangsung lancar di kediaman orang tua SYL, Jl Haji Bau.

Untuk diketahui, Kombes Irwan Anwar saat ini menjabat sebagai Analis Kebijakan Madya bidang Pidsiber Bareskrim Polri.

Pada pertengahan April 2018 lalu, saat Kapolda Sulsel masih dijabat oleh Irjen Pol Umar Septono dan Irwan Anwar jadi Kapolrestabes Makassar, dia sempat didoakan oleh Umar Septono agar mendapat jodoh di Kota Daeng.

“Pak Anwar ini masih jagoan, mudah-mudahan di sini (Makassar) mendapat jodoh,” kata Umar lalu diaminkan oleh anggota Polri di dalam aula SPN Batua, kala itu.

Sepertinya, doa mantan Kapolda yang dikenal religius itu diijabah dan segera terkabul. Dalam waktu yang tidak lama lagi, Kombes Irwan Anwar bakal melepas masa dudanya. (bs-sam)

SYL Pastikan Video Camat Dukung Jokowi Editan

ZonaMakassar.Com, Makassar – Mantan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (SYL) diperiksa Bawaslu terkait video viral dukungan camat se-Makassar terhadap Joko Widodo (Jokowi). SYL menegaskan tidak ada video dukungan terhadap Jokowi oleh ASN bersama dirinya.

“Video itu tidak asli, editing. Pasti editing. Tidak seperti itu,” kata SYL di kantor Bawaslu Sulsel, Jalan Andi Pettarani, Makassar, Senin (4/3/2019).

“Jadi pokoknya saya SYL tidak dalam momen dalam video itu,” tegas dia.

SYL diperiksa oleh pihak Bawaslu sejak pukul 14.00 Wita dan berakhir pada pukul 16.30 Wita. Dia mendapatkan beberapa pertanyaan dari pihak Bawaslu terkait video beberapa camat Makassar yang mendukung Jokowi.

Dia menjelaskan memang bertemu dengan beberapa camat Makassar, namun bukan untuk membuat video dukungan kepada Jokowi. Bahkan beberapa camat di Makassar adalah mantan anak buahnya saat menjabat Gubernur Sulsel selama dua periode.

“Mereka anak asuh saya rata rata, saya 25 tahun jadi kepala daerah. Begitu ketemu, ayo, video sama-sama saya. Untuk video SYL bersama bla bla bla, tidak tahu. Kita lagi video saja dan kapan itu ada beberapa momen, saya sendiri tidak ingat di mana itu,” terangnya.

Namun dia menyebut memberikan penjelasan kepada Bawaslu untuk memperjelas duduk perkara soal video viral yang beredar itu. Apalagi SYL tidak ingin dianggap tidak mengerti soal aturan ASN yang dilarang terlibat politik

“Cuma nggak enak nanti dikira kita nggak ngerti politik, secara moralitas,” ungkapnya.

Ditambahkannya, dia merasa dirugikan oleh viral video tersebut. “Aku merasa dirugikan, kok. Saya rasa sih dengan video itu keuntungan saya apa? Ndak ada,” ujarnya.