TPS 10 Kelurahan Segeri Pangkep Tingkatkan Partisipasi Milenial Lewat Photobooth

Zonamakassar.com, Pangkep – Perhelatan Pemilihan Kepala Daerah ( Pilkada ) Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan yang di Gelar 9 Desember 2020 ini menjadi pesta demokrasi bagi masyarakat sehingga diharapkan partisipasi pemilih yang datang ke Tempat Pemungutan Suara ( TPS ) tinggi .

Salah satu TPS di Kelurahan segeri Kec. Segeri kab. Pangkajene dan Kepulauan yaitu TPS 10 punya cara unik untuk menarik perhatian dan kehadiran pemilih terutama generasi milenial yang pada perhelatan pilkada tahun ini memiliki jumlah yang cukup banyak . Panitia TPS 10 Kelurahan Segeri ini membuat Photobooth dengan desain yang menarik sehingga kehadiran pemilih ke TPS bukan hanya memilih tetapi dapat berfoto dengan properti yang telah disediakan .

” Photobooth ini Pada dasarnya untuk memeriahkan pilkada yang sebelumnya diselenggarakan biasa2 saja di TPS 10 ini, sehingga mempunyai daya tarik tersendiri bagi para pemilih untuk datang, mengingat pilkada kali ini berlangsung ditengah pandemi. Pada akhirnya partisipasi pemilih bisa meningkat, khususnya milenial yg senang foto2″, ungkap M. Arif Sirajuddin Ketua KPPS TPS 10 Kelurahan Segeri Kabupaten Pangkep .

Ide menghadirkan photobooth ini mendapatkan apresiasi dari PPK Kecamatan Segeri Kabupaten Pangkep karena ptohobooth ini sebagai bentuk kreatifitas KPPS sehingga diharapkan semua TPS dapat memiliki keunikan sebagai daya tarik pemilih .

“Saya senang melihat antusiasme penyelenggara di TPS, semoga kreatifitasnya semakin menjadi daya tarik tersendiri, pilakdanyapun berlangsung lancar”, ujar Ustadz Thaha ketua PPK Kec. Segeri Kabupaten Pangkep.

Antisipasi Pelanggaran, KPU Makassar Bimtek 17 Petugas TPS

ZonaMakassar.Com, Makassar – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi sejumlah petugas Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang akan kembali menggelar Pemungutan Suara Ulang (PSU) atau pencoblosan ulang.

Komisioner KPU Makassar, Gunawan Mashar mengatakan pihaknya menggelar Bimtek untuk petugas TPS yang akan menggelar pencoblosan ulang.

” Tadi pagi kami sudah menggelar Bimtek untuk KPPS yang akan melakukan PSU di 17 TPS. Bimtek ini untuk mengkoordinasi sekaligus mematangkan pengetahuan KPPS mengenai pemungutan dan penghitungan suara,” paparnya, Rabu (25/4/2019).

Ia menjelaskan Bimtek digelar khususnya mengenai pemilih yang dibolehkan masuk memilih di TPS.

“Untuk logistik, seperti surat suara, kotak suara, bilik suara, dan formulir-formulir kelengkapan TPS, sekarang sudah diajukan dan disiapkan. Sementara untuk C6 dan DPT akan mulai didistribusikan malam ini ke KPPS,” pungkasnya.

Ini Lokasi TPS Danny Pomanto dan Deng Ical

ZonaMakassar.com – Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto dan Wakil Wali Kota Makassar Syamsu Rizal, akan menyalurkan hak suaranya pada Pemilu 2019, Rabu (17/4/2019) besok.

Saat ini keduanya sudah menerima undangan memilih C6 dari KPU Makassar. Untuk Danny Pomanto, akan mencoblos bersama keluarga di TPS 01 Kelurahan Maricaya Selatan, Kecamatan Mamajang, Sementara Syamsu Rizal terdaftar sebagai pemilih di TPS 036, Jalan Dg Tata, Kelurahan Balang Baru, Kecamatan Tamalate.

Deng Ical yang juga Ketua Harian Bappilu Golkar Sulsel ini akan datang memilih bersama istri tercinta Mellia Fersini.

“Insyah allah besok ke TPS ditemani mantan pacar tersayang,” kelakar Deng Ical sembari tertawa kecil, Selasa (16/4).

Letak TPS dari kediaman pribadi orang nomor dua di Kota Makassar ini tidak jauh, hanya membutuhkan waktu sekitar lima hingga sepuluh menit berjalan kaki untuk bisa sampai dilokasi pemungutan suara.

Deng Ical berharap pada pemilu 2019 kali ini tingkat partisipasi masyarakat semakin meningkat.

“Untuk itu, mari kita berbondong bondong ke TPS untuk menggunakan hak suara ta dalam memilih pemimpin yang terbaik,” katanya.

Wali Kota Makassar Tinjau Kesiapan Logistik Pemilu yang Akan Didistribusikan ke TPS

ZonaMakassar.com – Demi suksesnya pesta demokrasi 2019 besok, Wali Kota Makassar Moh. Ramdhan ‘Danny’ Pomanto pun mengecek berbagai persiapan.

Danny melakukan kunjungan di 3 kecamatan, yakni Kecamatan Makassar, Biringkanaya, dan Tamalanrea.

“Kunjungan ini untuk memastikan bahwa logistik yang akan didistribusikan ke TPS-TPS berjalan dengan lancar dan tidak ada kendala apapun juga,” ucap Kepala Bagian Humas Pemkot Makassar Muhammad Roem.

Dalam kunjungan tersebut, terlihat Danny didampingi Camat setempat, petugas kepolisian dari masing-masing Polsek bersangkutan dan dari unsur KPU dan Panwas.

Berdasarkan pantauan tersebut, logistik pemilu di kota Makassar dinyatakan siap didistribusikan ke TPS.

161 TPS di Sulsel Sangat Rawan Konflik

ZonaMakassar.com – Polda Sulawesi selatan (Sulsel) telah melakukan pemetaan terkait wilayah dan Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di Sulsel terkait kerawanan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

Kepala Biro (Karo) Ops Polda Sulsel, Kombes Pol Stephen M Napiun mengatakan Polda Sulsel membagi tiga klasifikasi untuk tingkat kerawanan TPS di Sulsel. Klasifikasi pertama yakni kurang rawan, kedua rawan, dan terakhir sangat rawan.

Untuk jumlah TPS kurang rawan sebesar 23.684 TPS yang tersebar di Sulsel. Stephen menyebutkan klasifikasi TPS kurang rawan dikarena potensi konflik tidak ada, aman, dan mudah ditempuh oleh petugas pengamanan TPS.

” Sementara itu ada 2.503 TPS yang rawan di Sulsel. TPS ini berpotensi terjadi konflik sosial karena berada di permukiman padat penduduk. Selain itu ada sejarah terjadinya konflik di TPS tersebut,” paparnya saat acara sosialisasi Pemilu yang diselenggaran oleh KPU Sulsel di Hotel Four Point by Sheraton Makassar, Selasa (26/2/2019).

Sementara untuk TPS sangat rawan, Stephen mennyebut ada 161 TPS yang sangat rawan konflik.

” TPS ini secara geografis sangat jauh dan sulit ditempuh. Tak hanya itu, TPS ini juga punya sejarah konflik atau aksi protes warga. Selain itu, TPS ini berada di antara pendukung semua paslon,” tegasnya.

Sebelumnya, Stephen menyebut Kabupaten Maros sebagai Kabupaten yang masuk rawan satu untuk Pemilu 2019.

“Bahwa itu hak kami untuk menilai. Ada parameternya, ada 5 dimensi, 8 variabel, dan ada 100 indikator untuk (penilaian) itu,” ujarnya saat ditemui usai menghadiri sosialisasi Pemilu oleh KPU Sulsel di Hotel Four Point by Sheraton Makassar, Selasa (26/2/2019).

Ia menjelaskan parameter tersebut dibuat untuk mengantisipasi agar bisa bertindak dengan tepat. Ia mengaku pemetaan yang dilakukan Polda Sulsel soal kerawan Pemilu juga sama dengan data yang dimiliki Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulsel.

“Karena itu kamu harus memetakan itu, dan juga pemetaan yang sama dilakukan oleh KPU maupun bawaslu dan hasilnya sama. Tentunya ini menjadi sebuah strategi kami mengamankan (Pemilu),

” sebutnya.

Meski maros masuk kategori rawan 1, kata Kombes Pol Stephen, kondisi tersebut bisa berubah dengan cepat.

“Maros bukan berarti paling rawan, itu dinamika dan itu bisa saja berubah. Besok bisa berubah dan itu harus disepakati antara unsur-unsur yang ada baik unsur keamanan, mungkin dari TNI juga termasuk dari KPU dan Bawaslu,” pungkasnya.