Harga Tiket Pesawat LCC Turun, Ini Kata Traveloka

Zonamakassar.com, Jakarta – Traveloka melalui CEO nya Caesar Indra menanggapi penurunan harga tiket pesawat maskapai berbiaya rendah atau low cost carrier ( LCC), yang mulai diberlakukan oleh pemerintah pada Kamis (11/7/2019).

Ia mengatakan, dengan penurunan harga tersebut, diyakini bakal membawa peningkatan traffic pengguna Traveloka.

“Saya rasa kalau dengan penurunan harga pastinya ada peningkatan traffic dan penjualan juga pasti jauh meningkat,” ujar Caesar di Jakarta.

Caesar mengungkapkan, turunnya harga tiket pesawat LCC tersebut membawa angin segar tidak hanya pada Traveloka. Seluruh industri pariwisata, menurut dia, juga akan menikmati manfaatnya.

“Karena itu akan membantu tourism. Jadi akan banyak turis ke daerah-daerah dan semoga juga bisa membantu perhotelan juga secara keseluruhan,” tambah dia. Melalui kompas.com.

Walaupun demikian, Caesar menegaskan bahwa pihak Traveloka akan tetap mengikuti kebijakan dari maskapai penerbangan soal harga tiket.

“Kami mengikuti kebijakan dari airlines, jadi apapun yang diberikan oleh maskapai ya kami tampilkan. Jadi enggak akan lebih murah,” kata dia.

Traveloka Punya Momen Tak Terlupakan Saat Ekspansi ke Vietnam

Product Manager of Traveloka Muhammad Ilman Akbar berkisah soal momen tak terlupakan dalam ekspansi ke Vietnam. (Foto: Virgina Maulita Putri/detikINET)

ZonaMakassar.Com, Jakarta – Traveloka kian luas mengembangkan sayap bisnis. Salah satu startup unicorn Indonesia ini telah hadir di negara-negara seperti Malaysia, Vietnam, Filipina, Thailand, dan Australia.

Product Manager of Traveloka Muhammad Ilman Akbar pun berkisah seputar hal tersebut. Menurutnya, saat merencanakan ekspansi tim Search Engine Optimization (SEO) Traveloka juga harus mengetahui bahasa apa yang sering digunakan oleh negara target dan melakukan riset keyword dalam bahasa tersebut. Ia pun mengungkap momen tak terlupakan saat persiapan ekspansi ke Vietnam.

“Waktu itu kita lagi mau prepare untuk expand ke Vietnam. Kita sudah nyari SEO di Vietnam, tapi susah banget ketemunya,” ujar Ilham saat mengisi SEO Conference 2019 di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (14/3/2019).

“Jadilah karena deadline sudah mendekat dan kita harus siap-siap, tapi orang SEO-nya tidak kunjung ada dari Vietnam. Salah satu tim kita, kita assigned untuk belajar bahasa Vietnam,” sambungnya.

Ilman mengatakan, anggota timnya itu terpaksa melakukan riset keyword dalam bahasa Vietnam. Untungnya, ia dibantu oleh tim konten dari Vietnam dan juga… Google Translate! Tidak lama kemudian, barulah Traveloka berhasil mendapat ahli SEO dari Vietnam.

Ilman mengatakan, saat ini bahasa tidak lagi menjadi halangan bagi divisi SEO Traveloka di Vietnam. Tapi praktik SEO di Vietnam masih sedikit tertinggal dibanding dengan negara-negara lainnya.

“Vietnam lebih susah karena mereka masih banyak yang nge-blank. Jadi caranya masih agak kayak Indonesia lima tahun yang lalu lah,” tuturnya.

Kenapa AirAsia – Traveloka Pisah? Gara-gara Tekanan Maskapai Lain?

ZonaMakassar.Com, Jakarta – Salah satu media travel global, Skift yang berbasis di New York, Amerika Serikat (AS) menyoroti kasus online travel agent (OTA) atau agen perjalanan online yang tidak menjual tiket pesawat Air Asia. Belakangan isu ini ramai diperbincangkan.

Seperti dikutip Jumat (15/3/2019), media asing ini menduga ‘perceraian’ AirAsia Indonesia dengan Traveloka diduga karena ada tekanan dari maskapai besar tanah air. Bahkan, pencabutan penjualan tiket juga dilakukan Tiket.com.

Dalam artikel itu disebutkan, maskapai yang diduga melakukan intervensi penjualan tiket pesat AirAsia adalah Garuda Indonesia dan Lion Air.

Sumber internal media travel yang bermarkas di New York ini menyebutkan bahwa penyebab hilangnya penjualan tiket di agen perjalanan ini diduga karena tekanan Garuda Indonesia dan Lion Air. Diduga kedua maskapai menaikkan harga tiket karena harga avtur naik, tapi AirAsia tidak ikut.

Traveloka dan Tiket.com diminta untuk menghentikan penjualan tiket penerbangan domestik AirAsia di Indonesia, atau penerbangan internasional milik Tony Fernades ini dari dan ke Indonesia.

Hal tersebut pun dibantah oleh pihak Garuda Indonesia usai dikonfirmasi oleh Skift. “Saya tidak bisa mengatakan, maksud saya, saya tidak tahu tentang itu. Itu tidak benar, sejauh yang saya tahu. Saya tidak punya informasi tentang itu,” ujar VC Corcom Garuda Indonesia, Ikhsan Rosan.

Sementara Corporate Communication Lion Air, Danang Mandala Prihantoro, tidak membalas panggilan dan email yang diajukan Skift.

Di sisi lain, Skift juga menghubungi beberapa pelaku industri penerbangan di Indonesia. Kasus itu bermula ketika dua maskapai tersebut ingin menaikkan tarif karena biaya bahan bakar (avtur) yang tinggi dan AirAsia tidak mengikuti permainan itu.

Pada 4 Maret 2019, AirAsia Indonesia mengumumkan penarikan penjualan tiket penerbangannya dari Traveloka, mencakup semua rute di seluruh jaringannya.

Menurut pihak Traveloka, hilangnya penjualan tiket dari layanan karena sedang pemeliharaan sistem. Anehnya, yang hilang dari Traveloka hanya penjualan tiket AirAsia.

“Kami tidak dapat berkomentar lebih jauh tentang ini, karena saat ini kami masih berusaha untuk jangkau mereka [AirAsia] untuk membuat diskusi dan berharap ini akan mengarah pada solusi terbaik bagi kita semua,” kata pihak Traveloka yang dikonfirmasi Skift.

(zlf/hns)

Air Asia Putuskan Kerjasama Dengan Traveloka

ZonaMakassar.Com, Jakarta – Manajemen airasia akhirnya memutuskan menarik seluruh penjualan tiketnya dari agen travel daring atau online travel agent Traveloka, sejak Senin (4/3/2019).

Keputusan tersebut resmi diambil manajemen airasia setelah dalam dua minggu terakhir, penjualan tiket mereka terus timbul-tenggelam di OTA yang juga merupakan salah satu unicorn (start up dengan kapitalisasi di atas 1 miliar dollar AS).

Tak tanggung-tanggung, penarikan penjualan tiket tak hanya berlaku untuk airasia Indonesia saja, tetapi juga seluruh tiket grup airasia yang meliputi lima negara lain seperti Malaysia, India, Jepang, Thailand, dan Filipina.

Direktur Utana AirAsia Indonesia Dendy Kurniawan pun menyebutkan, pemutusan hubungan kerja sama ini berlaku secara permanen.

“Suspend ini bersifat permanen. Soal nanti kami membuka pintu kerja sama, itu kami win-win (solution) sama-sama sehat, sama-sama positif, berkembang sama-sama, besar sama-sama. Jangan karena salah satu merasa paling hebat terus bisa semau-maunya,” ujar Dendy di Jakarta, Senin (4/3/2019).