Tinggal Menghitung Jam Jabatannya Berakhir, Deng Ical Masih Sibuk Terima Tamu

Zonamakassar.com, Makassar – Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal, menerima kunjungan Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) di ruang kerjanya, Balaikota lantai 11, Rabu (08/05).

Kehadiran IZI selain untuk membahas berbagai hal untuk penanggulangan kemiskinan yang ada di kota Makassar, juga untuk bersilaturahmi dengan Wakil Walikota Makassar di masa akhir jabatannya.

Mewakili IZI, Arman, menyampaikan secara langsung kepada Deng Ical, agar silaturahmi yang telah terjalin selama ini tidaklah terputus dikarenakan masa jabatan yang telah usai.

“Tentu kita ingin silaturahmi ini tetap terjalin, demikian pula dengan Pemkot Makassar, sehingga apa yang telah dijalankan selama ini dapat terus berlanjut, khususnua dalam upaya penanggulangan kemiskinan di kota Makassar,” ujar Arman.

Arman pun menjelaskan, IZI sebagai lembaga amil zakat nasional yang telah memulai aktivitas pengelolaan zakat sejak tahun 1999 membutuhkan kerjasama dengan berbagai pihak, seperti pemkot Makassar khususnya untuk penyediaan data kemiskinan yang valid.

“Untuk pemberian bantuan, kita dasarkan pada data dari pemerintah dan hasil survey, sehingga bantuan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dan tidak saling tumpang tindih,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut pula, Arman menyampaikan pula dukungannya kepada Deng Ical, untuk 2020. “Kita doakan dan dukung, semoga Deng Ical bisa hadir kembali sebagai walikota di Makassar 2020 nantinya,” ujarnya.

“Kalau masyarakat menginginkan, kenapa tidak. Nanti dilihatlah, apakah masyarakat benar-benar masih menginginkan atau tidak,” ujar Deng Ical dengan senyum sombere’na.(*)

Deng Ical Tegaskan Darah di PMI Tidak Diperjual Belikan

Zonamakassar.com, Makassar – Wakil Walikota Makassar, Dr Syamsu Rizal MI, dalam semiloka yang diadakan oleh UTD PMI Kota Makassar, menegaskan tentang darah yang tidak terbeli.

“Darah yang didonorkan oleh para relawan, tidak boleh dijual belikan. Karena darah tidak terbeli,” ujar Deng Ical sapaan akrabnya.

Adanya biaya yang harus dikeluarkan oleh para penerima donor darah, bukanlah harga darah yang harus ditebus, tetapi biaya penggantian pengelolaan darah (BPPD).

“Biaya penggantian pengelolaan darah yang ditetapkan oleh pemerintah yakni sebesar 325 ribu, meskipun pada faktanya biaya yang harus dipenuhi oleh UPTD lebih besar dari itu,” ungkap Deng Ical.

Lanjut Deng Ical, BPPD diberikan sebagai biaya untuk memastikan bahwa darah yang ditransfusi ke penerima donor benar-benar steril dan hygienis.

“Hari ini, UPTD berinisiatif untuk mengundang berbagai pihak dari Rumah Sakit, agar adanya kesamaan BPPD yang dibebankan kepada masyarakat, agar tidak memunculkan stigma negatif, karena donor darah merupakan kerja- kerja kemanusiaan, yang dituntut untuk terus melakukan peningkatan pelayanan,” tandas Deng Ical

Semiloka optimalisasi jejaring pelayanan darah, digelar di Hotel Jolin Makassar, Jl Pengayoman, Kamis (2/4), dengan mengundang 46 orang dari RS dalam Kota Makassar dan 8 orang dari kabupaten (pangkep, gowa, maros, tana toraja, bulukumba, bantaeng, toraja utara).

Adapun pemateri dalam kegiatan ini yakni Direktur pelayanan medik dan keperawatan RSUP dr. Wahidin Sudirohusodo, Prof. dr Mansyur Arif.(*)

Ini Pesan Wawali Makassar di Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana

ZonaMakassarCom, Makassar – Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam upaya kesiapsiagaan bencana.

Hal ini diungkapkan saat jadi Inspektur Upacara dalam rangka Memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana 2019, di halaman kantor BPBD Makassar, Jl Kerung – Kerung, Jumat (24/4/2019).

“60 persen potensi keberhasilan dalam kesiapsiagaan bencana ada di partisipasi masyarakat,” ujarnya.

Melihat cukup tingginya potensi masyarakat yang ada di kota Makassar, kesiapan masyarakat untuk dimobilisasi jika terjadi bencana. Namun, kendala yang masih dihadapi yakni belum optimalnya sosialisasi kepada masyarakat, agar mereka benar-benar memahami dan memiliki kesadaran akan kesiapsiagaan bencana.

“Hingga kini belum ada perhatian khusus untuk mendedikasikan pengetahuan dan kesadaran agar masyarakat mampu memiliki pemahaman yang lebih terkait kesadaran siap siaga bencana,” ujarnya.

Kesiapsiagaan bencana menurut Deng Ical bukan hanya sebatas bencana alam, namun terdapat bencana non alam, bencana sosial hingga bencana medis.

Hal senada diungkapkan Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Taufiek Rachman, menurutnya Peringatan HKB kali ini dilaksanakan untuk membangun kesadaran dan kewaspadaan masyarakat terhadap bencana dengan cara membangun partisipasi semua pihak melalui kegiatan kesiapsiagaan bencana berupa edukasi kebencanaan dan simulasi evakuasi mandiri.

“Kita belajar dari beberapa pengalaman bencana bahwa faktor yang paling menentukan adalah penguasaan pengetahuan penyelamatan yang dimiliki oleh “diri sendiri”, keluarga dan komunitas di sekitarnya”, ungkapnya.

Dengan mengusung tema “Kesiapsiagaan Dimulai Dari Diri, Keluaga Dan Komunitas”, kegiatan dapat dilaksanakan secara partisipatif dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan dengan mengedepankan pelaksanaan kegiatan berupa peningkatan kapasitas evakuasi.(*)

Wakil Wali Kota Makassar Sebut Bazaar District 2.0 Beri Kontribusi Ekonomi

ZonaMakassar.com – Dalam rangka Anniversary Phinisi Point, Wakil Wali Kota Makassar menyampaikan apresiasinya kepada manajemen phinisi point dan juga tenant yang telah turut andil dalam upaya menggerakkan perekonomian di kota Makassar.

Hal ini disampaikan Deng Ical sapaan akrab Wakil Wali Kota Makassar, pada saat menghadiri sekaligus membuka acara Event Bazar District 2.0, di Atrium Netral Phinisi Point Makassar, Jl Metro Tanjung Bunga, Kamis (18/4/2019).

“Perekonomian Makassar mampu tumbuh diatas 8,4 persen. Jauh melebihi propinsi sulawesi selatan dan nasional. Karena peran aktif berbagai kalangan, salah satunya phinisi point,” ujarnya.

Menurutnya pertumbuhan ekonomi yang dapat terus tumbuh dan bertahan seperti saat ini pertanda perkembangan Makassar yang tidak terlepas dari partisipasi banyak pihak.

“Banyak yang telah berkontribusi, bukan hanya pemerintahnya, tetapi juga masyarakat dan kalangan pengusahanya,” lanjutnya.

Hal yang tak luput yang memegang peranan penting, menurut Deng Ical yakni pihak TNI serta Polri yang telah mampu menciptakan kondisi aman dan sehat untuk berusaha.

“Saatnya kita saling menyadari posisi, saling dukung, sehingga tercipta ruang positif untuk berbisnis,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini turut hadir COO Phinisi Point Jeniffer Anastasya, GM Hotel The Rinra Jacky Liem, Cof Phinisi Point Edwin Tanta dan GM Phinisi Point Anggraini.

Meriah HUT Pegadaian, Wakil Wali Kota Makassar: BUMN yang Selalu Support Pemkot

ZonaMakassar.Com, Makassar – Dalam rangka memperingati HUT ke 118, PT Pegadaian (Persero) menggelar donor darah di Aula Kanwil VI Makassar, Jl Pelita Raya, Kamis (4/4/2019), dengan mengusung tema “Everyone Could Be A Hero Be a donor”.

Wakil Wali Kota Makassar, DR Syamsu Rizal MI, yang juga ketua PMI Kota Makassar, dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada PT Pegadaian yang telah memberikan support kepada PMI Kota Makassar dan juga kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar.

“Untuk PT Pegadaian, telah kami daftarkan sebagai BUMN dengan program-program inovasi, karena kemitraan Pemerintah kota Makassar menggandeng BUMN salah satunya PT pegadaian, yang telah memberikan support yang luar biasa,” ujarnya.

Selain itu, hal yang menurut Deng Ical patut diapresiasi dikarenakan tidak semua perusahaaan menunjukkan selebrasinya dengan menggelar kegiatan-kegiatan kemanusiaan.

Dikesempatan yang sama pula, Deng Ical pun menyempatkan berbagi kisah seputar kegiatan PMI Kota Makassar terkait donor darah, khususnya terkait adanya biaya yang dibebankan bagi pasien saat membutuhkan darah.

“Banyak yang bertanya, mengapa kalau kita donor darah, gratis, tapi saat membutuhkan harus bayar?. Hal ini dikarenakan Darah yang telah didonorkan oleh para pendonor, tidak serta merta diberikan kepada pasien yang membutuhkan,” lanjut Deng Ical.

Darah yang telah didonorkan harus dikelola terlebih dahulu untuk memastikan darah yang akan ditransfusi aman dan terbebas dari bibit penyakit khususnya hepatitis A, hepatitis B, Hepatitis C, virus AIDS, dan malaria.

“Proses inilah yang membutuhkan dana yang tidak sedikit, satu kantong darah membutuhkan biaya diantara 450 ribu hingga 3 juta rupiah perkantong, namun PMI hanya membebankan kepada pasien sekitar 335 ribu per kantong darah,” tutur Deng Ical.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, PMI kota Makassar membutuhkan anggaran sekitar 28 miliar pertahunnya, dengan proyeksi pendapatan hanya 12 miliar.

“Menjadi tugas pengurus, untuk mencarikan sumber dana sekitar 16 miliar untuk memenuhi kebutuhan tersebut,” lanjut Deng Ical.

Dikesempatan yang sama, Deng Ical pun Memberikan penghargaan kepada para pendonor yang telah mendonor lebih dari 10 kali dan 25 kali.(*)

Wisuda 250 Santri, Deng Ical Minta TPA Jadi Gerbang Pembelajaran Agama Bagi Anak

ZonaMakassar.Com, Makassar – Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal, menghadiri wisuda santri taman pendidikan Alquran TPQ-TPA binaan ngaji rong-qiro’ah centre dan lembaga pendidikan Alquran Harapan Ummat Makassar, menyampaikan selamat dan sukses kepada anak-anak yang telah di wisuda di Hotel Sahid Makassar, Rabu (3/4/2019),

Dikatakan, membangun pendidikan anak tidak hanya dilakukan melalui jalur formal, tapi harus diimbangi dengan pendidikan keagamaan sejak usia dini seperti TPA/TPQ.

Peran aktif dari keluarga dan lingkungan harus terus ditingkatkan. Wisuda Santri TPA/TPQ ini merupakan langkah strategis agar anak-anak kita dapat tumbuh dan berkembang menjadi generasi penerus yang berakhlak mulia, cerdas, kreatif, mandiri dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

Dalam kesempatan itu pula, Deng Ical memberikan penekanan pada pentingnya pemahaman Islami dalam bermasyarakat.

Hal ini diungkapkan, dikarenakan berdasarkan hasil penelitian Maarif Institute 2016 lalu, menempatkan Makassar diurutan pertama paling bawah, dari 29 kota yang diteliti sebagai kota Islami. Kondisi ini menurut Deng Ical sangat memprihatinkan.

“Saya sempat protes dengan hasil penelitian yang dikeluarkan waktu itu, melihat TPA kita yang luar biasa, ulama di Makassar hebat-hebat, jumlah masjid yang banyak, namun kota kita ditempatkan diurutan paling bawah,” ujarnya, Rabu (3/4/2019).

Ternyata, hal ini dikarenakan indikator penilaian bukanlah dari berbagai hal diatas, tetapi bagaimana pemahaman dan penerapan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini menjadi tugas kita bersama, untuk meningkatkan hablum minannas-nya kita.

“Mari kita apresiasi anak-anak kita, saat mereka membantu orang tua dan saudaranya, saat mereka menyisihkan uang jajan untuk berinfak, untuk mengajarkan sejak dini tentang hablum minannas,” lanjutnya.

“Ini menjadi peringatan bagi kita semua, dan berharap ratusan anak-anak kita yang diwisuda hari ini, dapat menjadi anak-anak yang lebih baik dari kita nantinya,” ujar Deng Ical.

Di Festival Kachak 2019, Deng Ical Pesankan Beri Peluang Yang Sama Bagi Anak Didik

ZonaMakassar.Com,Makassar- Wakil Walikota Makassar, Dr Syamsu Rizal MI, kembali mengingatkan pentingnya memberikan peluang kepada anak didik, sebagai generasi penerus bangsa untuk berprestasi.

“Berprestasi menjadi kebutuhan dasar bagi setiap anak,” tegasnya.

Demikian diungkapkan Deng Ical dalam sambutannya saat pembukaan Festival Pendidikan Kachak 2019 yang digelar di lapangan Sultan Hasanuddin, Jumat (22/03/2019).

Menurutnya, telah menjadi tugas dari pemerintah untuk memberikan peluang yang sama bagi setiap anak didik untuk mendapatkan kesempatan yang sama untuk berprestasi diberbagai bidang, baik akademik maupun non akademik, seperti olahraga dan seni.

“Kewajiban pemerintah, memastikan semua anak mempunyai kesempatan untuk memperlihatkan kebolehannya, dibidang yg mereka minati,” ujarnya.

Namun, sangat disadari masih adanya keterbatasan dari pemerintah kota khususnya untuk memberikan pelayanan yang terbaik mengingat rasio anak didik dan guru masih jauh dari harapan, yakni 1:30.

Dengan adanya kegiatan festival yang digelar oleh Yayasan Kartika Jaya Cabang XX Hasanuddin, penting mendapatkan apresiasi karena telah turut andil dalam membantu melaksanakan tugas pemerintah dalam memberikan pelayanan pendidikan kepada anak didik.

“Sebagai pemerintah, tentu kegiatan ini mendapatkan apresiasi karena membantu pemerintah untuk memberikan kesempatan bagi anak didik untuk berprestasi, sehingga anak didik dapat terus termotivasi melakukan hal yang lebih baik,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Ketua Panitia Pelaksana kegiatan, ibu Teppy Andryanto, yang mengungkapkan bahwa festival yang digelar agar siswa bisa berkiprah lebih baik dimasa yang akan datang.

Mengusung tema bersama Kachak ciptakan generasi emas di era millenial, kegiatan dikemas dengan berbagai kegiatan seperti drum band, drama, seni, pramuka, hingga berbagai jenis olahraga.

“Peserta festival mulai dari tingkat PAUD, hingga SLTA,” ujarnya.

Selain untuk memberikan peluang kepada siswa, kegiatan festival ini pun bertujuan untuk lebih mengenalkan sekolah-sekolah yang berada dibawah naungan Yayasan Kartika Jaya Cabang XX Hasanuddin dengan berbagai sarana dan prasarana yang dimiliki.

“Untuk meningkatkan animo masyarakat agar menyekolahkan anak mereka disini,” ujarnya.

Deng Ical: Jadikan Gerakan Kepramukaan Pertahankan Karakter Bangsa di Diklatnas Pramuka

ZonaMakassar.Com, Makassar – Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal membuka diklatnas pramuka di Gedung Phinisi Universitas Negeri Makassar (UNM) Makassar, Senin (18/3/2019).

Deng Ical sapaan akrabnya mengungkapkan peran penting keberadaan pramuka untuk memperkuat karakter anak bangsa.

“Kegiatan mahir dasar ini bukan hanya untuk mengugurkan kewajiban dan lulus, tetapi sebagai wujud tanggung jawab untuk mempertahankan karakter bangsa,” ujarnya.

Politisi Golkar Sulsel ini menilai saat ini tak ada lagi lembaga yang memiliki fungsi utama menjaga sosial kemasyarakatan.

“Tidak adanya tools yang sistematis, untuk menahan gempuran budaya dari luar. Semua sporadis, sehingga kita dituntut untuk mampu membentengi diri, ” lanjut Deng Ical.

Hal ini, menjadikan pramuka menjadi sebuah gerakan untuk mampu mempertahankan karakter bangsa. Karena tidak dapat dipungkiri, saat ini, anak bangsa lebih cenderung mengidolakan artis korea daripada pejuang bangsa.

Sehingga dengan kehadiran gerakan pramuka diharapkan mampu mempertahankan karakter dan kepribadiaan bangsa Indonesia.

Apresiasi Persawahan di Tengah Kota Wakil Walikota Ikut Panen

ZonaMakassar.Com, Makassar – Menemukan tanaman padi di tengah kota Makassar sepertinya hal yang sangat sulit. Namun ternyata hal ini masih dapat temui di Jalan Mamoa Kelurahan Manuruki, Kecamatan Tamalate.

Sepetak sawah dapat ditemui di tengah-tengah pemukiman padat warga, menjadikannya sebuah pemandangan yang cukup unik. Sawah milik H Rasyid, telah dikelolah oleh Dg Ngunjung selama lebih dari 10 tahun.

“Sekitar 10 tahun saya garap, dengan panen sekali setahun,” ujar Dg Ngunjung kepada Wakil Walikota Makassar, Dr Syamsu Rizal MI, yang menyempatkan diri menikmati suasana panen di sawah dg. Ngunjung.

Untuk penanaman hingga panen, dg ngunjung tidak merasa kerepotan,

“Kita tanam disaat musim hujan di bulan 11, dan alhamdulillah hari ini kita panen dan disaksikan langsung oleh Wakil Walikota,” ujarnya haru dan bangga.

Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal mengapresiasi atas langkah yang telah dilakukan Dg Ngunjung selama 10 tahun terakhir. Deng Ical sapaan akrabnya pun menyempatkan menyabit langsung padi yang siap panen, hingga memisahkan gabah dari batangnya. Gabah dipisahkan dari merang atau padi dengan cara dipukul-pukul.

“Di desa biasanya tanam padi menggunakan traktor, panen pun menggunakan mesin panen, tapi disini dari proses penanaman hingga panen masih sangat tradisional dengan cara dipukul-pukul,” ujar Deng Ical sambil memperagakan cara memisahkan gabah dari batangnya.

“Proses ini terbilang langkah, dan sangat baik jika dilestarikan agar anak-anak dapat melihat secara langsung, bukan hanya sebatas kisah dongeng bagi mereka,” tutupnya.