Kepala Diskominfo Makassar Berharap Pj Wali Kota Tingkatkan Teknologi War Room

Zonamakassar.com, Makassar – Harapan dan doa terus mengalir untuk Iqbal Suhaeb sejak menjabat sebagai Pj Walikota Makassar pasca dilantik 14 Mei 2019 kemarin.

Harapan besar juga dilontarkan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kota Makassar, Ichwan Jacub saat ditemui disela-sela kesibukannya di Balaikota Makassar, Selasa (14/5/2019).

Sebagai Kadis Kominfo, Ichwan berharap Pj Walikota dapat lebih berinovasi khususnya dalam mengembangkan War Room yang merupakan salah satu pengembangan di bidang teknologi paling maju dimiliki oleh Kota Makassar.

“Hari ini kita punya War Room dimana kehadirannya sangat menopang pengembangan Kota Makassar sebagai kota yang layak menyandang status sebagai Kota Dunia, semoga Pj Walikota menyadari potensi ini,” ungkap Ichwan.

Selain pengembangan War Room, Ichwan juga yakin bahwa dibawah kepemimpinan Iqbal Suhaeb selama 20 bulan kedepan, Makassar teknopark juga lebih berkembang.

“Kami akan kenalkan Makassar Teknopark kepada beliau (Pj Walikota), dan tentu kita berharap selama 20 bulan kedepan pengembangannya lebih dapat diperhatikan dengan lebih baik lagi,” pungkasnya.

Manfaatkan CCTV War Room, Dinsos Makassar Jaring Gepeng dan Anjal

Zonamakassar.com, Makassar – Dinas Sosial (Dinsos) kota Makassar semakin gencar melakukan penertiban keberadaan gelandangan dan pengemis (Gepeng) serta anak jalanan (Anjal) yang sering mangkal di jalan protokol di kota Makassar.

Kepala Dinsos Makassar Ahmad Nansum mengatakan pihaknya kali ini memanfaatkan CCTV War Room untuk mendeteksi keberadaan Anjal dan gepeng yang sering meresahkan masyarakat. Apalgi di bulan suci Ramadan ini, semakin menjamurnya Gepeng dan Anjal di kota Makassar

Untuk itu, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan Tim CCTV dan NTPD 112 di War Room kota Makassar, dan tim CCTV untuk terus memberi informasi terkait keberadaan gepeng dan anjal.

“Untuk kemudian kami lakukan penindakan. Kedepan Kami akan mencoba bekerja sama dengan BLK hal apa yg bisa dibuat kedepannya dalam mengasesment gepeng anjal ini, ” tegasnya.

“Gepeng dan Anjal yang kami jaring ini selanjutnya kami lakukan pendataan dan pembinaan, selain itu kami juga memiliki Rumah Perlindungan Trauma Centre (RPTC) dimana tim kami dari Peksos melakukan Assesment kepada anjal yang terjaring, ” pungkasnya.(jul)

Delegasi Vietnam dan India dengarkan Paparan Diskominfo Tentang War Room

Diskominfo Makassar Paparkan Keunggulan War Room ke Delegasi Vietnam dan India

Zonamakassarcom, Makassar – Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Makassar, Denny Hidayat memaparkan berbagai keunggulan dari program Makassar Sombere’ & Smart City.

Selama satu jam lebih, berbagai capain dari sejumlah implementasi program yang berjalan di kota Makassar di jelaskan dihadapan sejumlah delegasi India dan Vietnam yang tengah berkunjung di Gedung Balaikota Makassar.

“Pengelolaan kota sehat dan cerdas di Kota Makassar tidak terlepas dari narasi besar kami yakni Makassar Sombere’ & Smart City. Secara implementasi teknis ini tentu sangat berhubungan dengan pengambilan keputusan tentang infrastruktur transportasi, lingkungan, sanitasi, pendidikan, rekreasi, teknologi informasi dan komunikasi (TIK).Ini dipercaya memiliki dampak yang besar terhadap kesehatan, bahkan yang berada diluar sektor kesehatan, ” ujar Denny Hidayat.

Menurutnya Denny, untuk menuju kota lebih sehat dengan cara lebih smart , Pemkot Makassar melakukan kemitraan smart city dan struktur koordinasi kesehatan kota guna memberi nilai tambah melalui sasaran dan metrik kesehatan yang lebih baik pada proyek infrastruktur dan TIK yang diusulkan, meningkatkan interoperabilitas sistem data, dan meningkatkan efisiensi pengeluaran multi sektor di perkotaan.

Hal ini juga termasuk membuka partisipasi warga yang cerdas melalui integrasi sistem pelaporan warga kota. Pertemuan lintas negara ini di fasilitasi oleh International Organization for Migration (IOM) dan United States Agency for International Development (USAID) sebagai bagian dari implementasi MoU dengan Pemerintah Kota Makassar terkait proyek Building healthy City (BHC).

Proyek yang didanai oleh USAID bersama JSI ini melibatkan tiga kota di dunia, yakni Makassar (Indonesia), Indore (India), serta Da Nang (Vietnam). Di Makassar, BHC hadir untuk mendukung visi kesehatan Kota Makassar sebagai kota berkelas dunia yang sehat dan nyaman untuk semua.

Seluruh pihak saling sharing mengenai strategi dan permasalahan di masing-masing kota. Selama di Kota Makassar, delegasi asing ini melakukan studi lapangan di sejumlah tempat seperti RSU Daya, Kantor Kecamatan Panakukang, kantor Dinas Kesehatan Kota Makassar, Makassar War Room, serta Sombere’ City Gallery.(*)

Tunjukkan War Room ke BK DPR, Diskominfo Makassar Usulkan Pembahasan RUU Perlindungan Data Pribadi

ZonaMakassar.com – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Makassar menerima kunjungan Badan Keahlian (BK) DPR RI saat bertandang ke Makassar War Room, Gedung Balai Kota Makassar, Rabu (10/4/2019).

Kunjungan BK DPR RI ini untuk melibatkan stakholder untuk mendapatkan masukan terhadap Rancangan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi yang tahun ini masuk prioritas program legislasi nasional untuk di disahkan sebagai undang-undang.

Tim dari Badan Keahlian DPR RI meminta sejumlah masukan terkait masalah perlindungan data pribadi yang kerap muncul ditengah masyarakat, termasuk sejumlah usulan yang dianggap penting di akomodir dalam menjawab persoalan perlindungan data pribadi di era digital saat ini.

“RUU ini sangat penting untuk menjawab keresahan publik terkait penyalahgunaan data pribadi di era internet saat ini. Makanya kami mendatangi berbagai stakholder seperti Dinas Kominfo Makassar untuk mendengar langsung masukan dan pendapat terhadap rancangan ini” ujar Dr. Lidya Suryani Widayati, salah satu anggota Badan Keahlian DPR RI.

Menurut Lidya, banyak draft yang saat ini masih menjadi perdebatan, termasuk definisi dan batasan tentang data pribadi itu sendiri.

Sementara itu, pada kesempatan ini, Kepala Bidang Aplikasi Informatika Dinas Kominfo Makassar, Denny Hidayat mengusulkan agar RUU yang dimaksud bisa mengakomodir hadirnya cyber security strategy yang menjadi rujukan bersama di Indonesia.

“Ini semacam proteksi perlindungan dunia maya dari sumber-sumber yang dianggap berbahaya, apalagi scope nya sudah lintas negara. Kebocoran data pribadi bisa menjadi sangat sensitif dan memiliki implikasi domestik dan internasional jika tidak dibuatkan regulasi yang memadai” ujar Denny Hidayat.

Menurut Denny, setiap detik, jutaan data pribadi di apload oleh masyarakat ke berbagai penyedia layanan digital. Namun sejauh ini belum ada regulasi yang menjamin data-data pribadi tidak mengalami kebocoran atau penyalahgunaan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.

“Contoh sederhana saja, hampir setiap hari kita di hubungi oleh pihak-pihak tertentu yang menawarkan layanan asuransi dan sejenisnya. Pertanyaannya, dari mana mereka mendapatkan nomor telepon kita. Bisa saja data kita sudah diperjual belikan diluar sana” lanjutnya.

Sementara itu, ditempat yang sama, Kepala Bidang Persandian, Abram Lululangi menyampaikan pentingnya dibentuk sebuah otoritas yang khusus bertanggungjawab penuh mengawal pelaksanaan undang-undang baru ini.

“Hampir semua negara bersoal dengan masalah ini. Hadirnya revolusi digital mengharuskan para pengambil kebijakan untuk menyusun ulang berbagai regulasi yang sudah tidak kompatibel lagi dengan perkembangan zaman” ujar Abram Lululangi.