Bayar Kursus Pakai Sampah, Wawali Makassar: Ide Brilian

ZonaMakassar.Com, Makassar – Anniversary ke-7 MEC Indonesia, melaunching inovasi terbaru yakni pembayaran kursus bahasa Inggris dengan menggunakan sampah.

Dimana bagi yang ingin mengikuti kursus bahasa inggris di MEC Indonesia cukup hanya membawa jenis sampah daur ulang seberat 7 KG anda sudah bisa ikut.

Hal ini menjadi sebuah inovasi yang mendapatkan apresiasi langsung dari Wakil Walikota Makassar, Dr Syamsu Rizal Mi, dikarenakan kemampuan berinovasi mampu mencakup berbagai hal yakni pendidikan, lingkungan, serta kepedulian.

“Bayar kursus dengan sampah, sebuah inovasi jaman now, karena kepedulian lingkungan masuk, pendidikan kena, dan kepedulian juga ok,” ujar Deng Ical dalam sambutannya, Jumat (26/04) malam.

Program bayar kursus dengan sampah, merupakan program pertama kalinya di Indonesia, dan menurut Deng Ical bukti kecerdasan dan kepedulian masyarakat Makassar.

“Ini menjadi pertama di Indonesia, inovasi cerdas dari orang-orang yang peduli,” lanjutnya.

Deng Ical pun menaruh harapan agar berbagai bentuk inovasi dapat terus dilahirkan dari generasi muda Indonesia.

“Tidak harus menjadi pejabat, tidak harus banyak uang, untuk dapat menjadi orang yang bermanfaat bagi sesama. Dan hal ini telah ditunjukkan oleh Mecnesia,” ujarnya

Pesan Wawali Makassar Saat Menghadiri Wisuda Santri LP3Q

ZonaMakassar.com – Hadiri Wisuda Santri LP3Q, Wawali Makassar: Perlu penyeimbangan antara hablum Minallah dan Hablum Minannas

Makassar, Wakil Walikota Makassar, Dr Syamsu Rizal MI, kembali mengingatkan pentingnya peningkatan muamalah, hubungan antara manusia dalam berinteraksi sosial sesuai syariat.

Hal ini diungkapkan Deng Ical, saat menghadiri wisuda santri XIV yang digelar lembaga pembinaan dan pengembangan pendidikan Al Quran (LP3Q) DPD Wahdah Islamiyah Makassar, di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel, Minggu (21/04).

Menurutnya peningkatan muamalah masih terus perlu dilakukan dikarenakan manusia adalah makhluk sosial.

“Di Makassar begitu banyak hafiz, banyak masjid, ulama, sekolah sekolah Islam. Namun sayangnya berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Maarif Institute menempatkan Makassar berada diurutan akhir dari 29 Kabupaten Kota yang diteliti,” ujarnya.

Hal ini dikarenakan penelitian yang dilakukan menjadikan muamalah sebagai indikator penilaian.

“Penerapan nilai-nilai islamiyah dalam kehidupan bermasyarakat yang masih perlu terus ditingkatkan,” ujarnya.

“Perlu penyeimbangan antara hablum Minallah dan Hablum Minannas,” tambahnya.

Resep Bahagia Wawali Makassar di Depan Siswa SMA Cokroaminoto

ZonaMakassar.com – Ketua PMI Kota Makassar, Syamsu Rizal paparkan resep bahagia yang termudah dihadapan peserta Corak C2 Kepalang Merahan tahun 2019, di SMA Cokroaminoto Tamalanrea, Minggu (14/04).

“Ada kenikmatan yang luar biasa saat kita mampu menolong orang lain, dan mampu membuat kita menjadi bahagia. Selain membuat diri kita bahagia, kita pun membahagiakan orang lain,” ujarnya.

Melatih jiwa kerelawanan, penting dilakukan sejak dini. Sehingga kita dapat menjadi manusia yang bermanfaat.

“Sebaik-baik manusia adalah yang mampu memberi manfaat bagi orang lain,” tambahnya.

Kegiatan Corak C2 Kepalang merahan yang digelar oleg SMA Cokroaminoto, diharapkan mampu melataih jiwa kerelawanan siswa/siswi, serta memupuk motivasi untuk terus berprestasi.

“Berprestasi merupakan kebutuhan setiap manusia, prestasi bukan hanya sebatas keinginan ataupun kemauan tetapi lebih pada kebutuhan,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Kegiatan Dewi Riskayanti mengungkapkan hal senada yakni tujuan digelarnya Corak C2 Kepalang merahan, yakni memberi ruang kepada anak didik PMR tingkat Wira dan Madya untuk berkreasi, bersahabat, dan juga berprestasi, bekerja keras tanpa batas.

Kegiatan yang digelar sejak 10 April hingga hari ini 14 April, diikuti oleh 25 Kontingen, 11 Kontingen tingkat Madya, dan 14 kontingen tingkat wira se Sulsel. Penutupan kegiatan ini juga ditandai dengan pemukulan kentongan bambu oleh Wakil Wali Kota Makassar.