Zonamakassar.com, Makassar — Influencer ternama di Kota Makassar, Rijal Djamal, menunjukkan arah dukungannya pada Pilwalkot Makassar 2020. Lewat video pendek, tokoh milenial itu memberikan sinyal jelas bahwa pilihannya sudah bulat dan mantap untuk pasangan calon nomor urut 3, Syamsu Rizal-Fadli Ananda (DILAN).

Dalam video berdurasi 1 menit 59 detik itu, Rijal Djamal mengungkapkan kegelisahannya mengenai Kota Makassar, kota penuh sejarah yang sangat dicintainya. Ia juga mengguggah masyarakat, khususnya kalangan milenial untuk tidak apatis. Generasi muda harus turut berkontribusi karena perubahan takkan terjadi jika hanya diam terpaku.

“Anak muda adalah soal keberpihakan. Soal harapan dan impian yang didasari kepedulian,” kata Rijal Djamal, dalam video yang diberinya judul ‘Soal Keyakinan’.

Dalam video pendek itu, Rijal Djamal juga menampilkan sejumlah ikon dan kantor pemerintahan di Kota Makassar. Disampaikannya pula alasan di balik kegelisahannya adalah karena tidak lagi menemukan nilai khas dari kota berjuluk Angin Mamiri dalam kepemimpinan sebelumnya. Barulah kini, ia melihat ada sosok calon pemimpin yang layak menakhodai Kota Makassar.

Pada pengujung video ‘Soal Keyakinan’, Rijal Djamal mengucapkan permohonan maaf kepada semua pihak jika ada yang kurang berkenan dengan arah dukungannya pada Pilwalkot Makassar 2020. Keputusan tersebut murni dilandasi keinginan melihat Kota Makassar kembali berjaya. Dukungan untuk DILAN tanpa ada transaksi di dalamnya dan tanpa tekanan, melainkan murni atas inisiatif sendiri.

Meski dalam video itu, Rijal Djamal tidak pernah menyebutkan nama DILAN, tapi sangatlah jelas bahwa arah dukungannya untuk pasangan doktor dan dokter. Hal tersebut diperlihatkannya secara terang benderang saat mengakhiri video. Rijal Djamal menyebut kata “ini” yang memperlihatkan baju kotak-kotak yang menjadi ciri khas DILAN. Bahkan, DILAN sudah mencanangkan Gerakan Rabu Kotak-kotak.

Berikut pernyataan lengkap Rijal Djamal dalam video berjudul ‘Soal Keyakinan’:

*SOAL KEYAKINAN*

Banyak sekali pertanyaan yang sulit saya temukan jawabannya

Kenapa anak muda harus peduli dan melek politik?

Di saat wajah politik dan demokrasi kita tidak sedang baik-baik saja

Rasa apatis begitu berselera untuk dilahap

Namun jika dibiarkan jiwa berontak dan melawan akan kalah sendiri dengan ketidakberanian mengambil risiko

Keadaan tidak akan membaik jika kami yang menurut bapak bangsa bisa mengguncang dunia hanya diam terpaku

Merenung dalam penuh ragu dan ego tak mau tahu

Anak muda adalah soal keberpihakan

Soal harapan dan impian yang didasari kepedulian

Pada tempatku belajar, tak bisa nadi dan denyutku lepas dari kota bernama Makassar

Kota yang menjadi episentrum orang-orang macca, warani, lempu sibawa getteng

Kota yang tiap detik menciptakan sejarah

Tapi kini…

Hampir tidak kutemukan lagi padahal nakhoda telah silih berganti

Kucoba susuri setiap ruang, setiap jalan, setiap bangunan, setiap haluan

Ku berkenalan pada tuan-tuan

Ku mendengar bait harapan

Ku raba indahnya sapaan

Ku lihat keistiqamahan

Ku baca tanda keikhlasan

Semuanya ingin memberikan jalan

Akhirnya, dengan segala kecintaan pada kota ini

Sahabat kipammoporanga’, maafkan ka

Mungkin masih jauh dari kesempurnaan

Tapi keikhlasan untuk majunya Makassar

Ini… (**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.